analisaforex

Yen Bertengger Di Level Tertinggi, Jepang Awasi Volatilitas Pasar

Afiliasi IB XM Broker

Yen diperdagangkan dengan volatilitas sangat tinggi sejak eskalasi konflik AS-China pada akhir pekan lalu. Hingga saat ini, pasangan mata uang USD/JPY masih bercokol di kisaran 105.80, dekat level terendahnya tahun ini. Apresiasi Yen juga nampak dalam pasangan mata uang EUR/JPY dan GBP/JPY, karena investor dan trader berupaya mencari perlindungan dari perlambatan kronis ekonomi Zona Euro dan ketidakpastian rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (brexit).

Yen Bercokol Di Level Tertinggi

Apresiasi Yen menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah kalangan, khususnya para pejabat Jepang. Pasalnya, Jepang merupakan negara berbasis ekspor yang membutuhkan nilai tukar lemah agar mampu mempertahankan daya saingnya dalam perdagangan internasional.

Keprihatinan para pejabat Jepang ini terungkap dalam sebuah konferensi pers hari ini (27/8) yang dihadiri oleh Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso. Aso memaparkan betapa pentingnya stabilitas mata uang, sehingga volatilitas tinggi di pasar mata uang belakangan ini perlu dipantau secara cermat.

“Stabilitas mata uang itu penting. Kita harus memantau pergerakan pasar mata uang dengan cermat secara urgen,” kata Aso.

Baca Juga:   BERITA SAHAM KAMIS 10/09/2020 - PENGAMAT: JAGA DISTRIBUSI BARANG AGAR TIDAK TERJADI "PANIC BUYING"

Jepang bukan negara satu-satunya yang mengkhawatirkan penguatan nilai tukar mata uang. Beberapa bulan lalu, bank sentral Swiss (Swiss National Bank/SNB) bahkan menyatakan dengan jelas bahwa pihaknya akan melakukan intervensi mata uang apabila nilai tukar Franc Swiss menguat secara berlebihan sebagai imbas dari perang dagang. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah analis mengklaim telah menemukan indikasi intervensi oleh SNB di pasar mata uang.

Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) belum mengindikasikan kesediaan untuk melakukan intervensi mata uang hingga saat ini. Namun, BoJ tidaklah asing dengan kebijakan tersebut. Mereka pernah turun tangan mengendalikan apresiasi Yen terhadap Dolar AS pasca terjadinya krisis nuklir Fukushima tahun 2011.

Baik Yen Jepang maupun Franc Swiss termasuk dalam kategori aset safe haven bersama obligasi dan emas. Oleh karena itu, minat beli investor semakin tinggi ketika terjadi gejolak ekonomi maupun politik, dan nilainya berpotensi semakin menjulang jika gejolak tersebut berlangsung dalam waktu kian lama. Mengingat konflik dagang AS-China, ketidakpastian brexit, dan perlambatan ekonomi global masih akan terus berlangsung, maka nilai aset-aset ini dikhawatirkan bakal mencetak rekor historis baru.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply