Westpac: New Zealand Takkan Pangkas Bunga Tahun Ini

Keperkasaan Dolar AS telah mengekang berbagai mata uang mayor lain pada awal tahun ini, termasuk duet NZD/USD yang tertahan pada kisaran 0.6160-an pada perdagangan hari Rabu (13/3/2024).  Dolar New Zealand lagi-lagi gagal menembus ambang 0.6200 pada pekan lalu, kemudian terperosok pada awal pekan ini. Akan tetapi, salah satu bank investasi ternama memperkirakan adanya potensi penguatan NZD/USD lantaran bank sentral New Zealand (RBNZ) kemungkinan tidak akan menurunkan suku bunganya tahun ini.

New Zealand Takkan Pangkas Bunga Tahun Ini

Westpac, salah satu bank terbesar di New Zealand, merevisi perkiraan mereka seusai pengumuman suku bunga RBNZ baru-baru ini. Mereka berpendapat RBNZ sebenarnya dapat menaikkan suku bunga lagi dalam kesempatan itu, tetapi tidak melakukannya —sebuah keputusan yang mengisyaratkan niat untuk mempertahankan suku bunga tetap dalam waktu lebih lama.

Darren Gibbs, Ekonom Senior New Zealand di Westpac, mengatakan komunikasi dan proyeksi RBNZ konsisten dengan penurunan suku bunga yang akan dilakukan pada tahun 2025. Padahal, pasar sekarang telah sepenuhnya memperhitungkan skenario penurunan suku bunga RBNZ sekitar 50 basis poin pada akhir tahun 2024. Kesenjangan seperti ini biasanya dapat mendorong penguatan nilai tukar seiring dengan pasar menyadari teguhnya komitmen bank sentral untuk mempertahankan tingkat suku bunga yang tinggi.

Baca Juga:   Yen Melemah Pada BOJ, BOE “ Kamis Super fokus “

“Tanpa adanya kejutan penurunan inflasi yang sangat menguntungkan atau penurunan tajam dalam prospek ekonomi global, kami terus berpikir bahwa penurunan suku bunga (RBNZ) sepertinya tidak akan menjadi masalah serius hingga awal tahun depan,” kata Gibbs.

Di sisi lain, Westpac memperkirakan dolar AS bakal melemah dalam bulan-bulan mendatang. Pelemahan itu dapat mengerek NZD/USD ke level yang lebih tinggi, sedangkan dampaknya terhadap sejumlah pasangan mayor lain akan lebih moderat.

Westpac berpandangan lebih bearish terhadap Pound Sterling. Mereka memperkirakan GBP/NZD bakal menurun dalam beberapa bulan mendatang, sedangkan ruang reli GBP/USD kemungkinan terbatas.

“Memang benar, harga spot Sterling berada di atas ekspektasi kami untuk akhir kuartal Maret 2024, sehingga ada beberapa risiko kenaikan untuk GBP/USD. Namun, masih banyak ketidakpastian di Inggris,” kata Elliot Clarke, Ekonom Senior di Westpac, sembari merujuk masalah risiko resesi dan politik di negerinya Raja Charles II itu.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.