Waswas Kebijakan Inggris Lawan Omicron, Sterling Menyusut

GBP/USD melemah lebih lanjut hingga 0.2 persen ke kisaran 1.3300 pada awal perdagangan sesi New York hari Senin ini (29/11/2021). Temuan varian baru COVID-19 yang berjuluk Omicron telah memicu kemerosotan terhadap beragam mata uang berbeta tinggi seperti pound sterling. Selain itu, Omicron kemungkinan dapat memperkecil potensi kenaikan suku bunga bank sentral Inggris (BoE).

Waswas Kebijakan Inggris Lawan Omicron Sterling Menyusut

Segera setelah varian Omicron diumumkan pada hari Jumat lalu, Inggris menerapkan pembatasan perjalanan atas pendatang dari sejumlah negara Afrika. Pada hari Sabtu, PM Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa kebijakan lebih lanjut untuk membatasi penyebaran COVID-19 varian baru ini akan diumumkan pada hari Selasa besok.

Kebijakan tersebut dipandang penting karena kasus Omicron telah ditemukan di Inggris. Namun, pelaku pasar khawatir kalau-kalau pembatasan terbatas maupun lockdown penuh di Inggris bakal menjegal pertumbuhan ekonomi dan mengurangi peluang kenaikan suku bunga BoE pada Desember mendatang.

“Keputusan sulit menanti BoE, yang harus menyeimbangkan potensi dampak terhadap pemulihan ekonomi dengan bukti meningkatnya tekanan biaya yang semakin meluas serta kondisi pasar tenaga kerja yang ketat. Peluang kenaikan suku bunga pada rapat Komite Kebijakan Moneter (BoE) bulan depan mungkin berkurang,” kata Ross Walker, Kepala Ekonom Inggris di NatWest Markets.

Baca Juga:   Indeks PMI Konstruksi Inggris Makin Tenggelamkan Poundsterling

Analis lain berpendapat bahwa Inggris dapat memilih kebijakan selain pengetatan pembatasan sosial guna menanggulangi gelombang baru COVID-19. Apabila pembatasan yang ketat dapat dihindari, dampak ekonomi pun akan lebih terbatas.

“Jika Omicron terbukti alarm yang salah -mirip dengan varian Beta yang terdeteksi musim panas lalu- maka minat risiko dapat pulih dengan cepat, “kata Neil Shearing dari Capital Economics, “Di Inggris dan AS, pemerintah telah bergeser sedikit ke pendekatan ‘belajar hidup bersama virus’. Ini berarti rintangan untuk menerapkan pembatasan ketat atas aktivitas masyarakat mungkin lebih tinggi daripada di Eropa, di mana pemerintah sudah mengadopsi kebijakan tegas baru dalam merespons lonjakan varian Delta.”

“Pembatasan telah dinaikkan satu tingkat di Inggris, tetapi masih cukup ringan dengan sejumlah ekstra penggunaan masker dan penyesuaian isolasi di perbatasan, sedangkan program Booster (vaksin) dapat diperluas secepat hari ini,” papar analis dari JP Morgan, “Saya akan mengatakan bahwa outlook untuk sterling sedikit lebih cerah karena varian baru ini dapat menyoroti kampanye booster Inggris yang agresif dan juga memperkuat peluang untuk gencatan dalam dinamika Pasal 16 Protokol Irlandia Utara untuk sementara.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply