Wall Street Bergairah, Dolar Tampilkan Kinerja Beragam

Indeks dolar AS (DXY) sempat menanjak sampai level tertinggi 102.83 dalam paruh pertama perdagangan hari Selasa (7/6/2022), tetapi kemudian surut kembali ke kisaran 102.30-an saat memasuki sesi New York. Penguatan saham-saham Wall Street menandakan minat beli safe haven yang menurun, sehingga cenderung mengurangi permintaan pasar terhadap dolar AS. Untungnya, greenback masih tersokong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang tetap tinggi.

Dolar Tampilkan Kinerja Beragam

Indeks Dow Jones dan S&P500 langsung melaju setelah pembukaan perdagangan hari ini, menyingkirkan kehati-hatian yang sempat merebak pada awal pekan. Situasi tersebut membantu mata uang berisiko lebih tinggi untuk menguat versus dolar AS, termasuk Comdoll, GBP/USD, dan EUR/USD. Namun, dolar AS masih unggul versus yen Jepang.

Kesenjangan arah kebijakan Federal Reserve AS dan Bank of Japan (BoJ) semakin mencolok. Bank sentral lain yang memberlakukan suku bunga negatif -termasuk ECB dan SNB- telah mengekspresikan niat untuk ikut menaikkan suku bunga dalam tahun ini, tetapi BoJ bersikeras mempertahankan kebijakan moneter longgar.

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 05/04/2019 - GARUDA INDONESIA PERKUAT SARANA HIBURAN PENERBANGAN

Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda menegaskan lagi kepada parlemen Jepang tadi pagi bahwa ia akan terus mempertahankan suku bunga di level terendah. Ia bahkan menyatakan kurs yen yang lemah menguntungkan bagi perekonomian asalkan pergerakannya tak terlalu tajam. Konsekuensinya, kurs USD/JPY melanjutkan reli hingga mencapai rekor tertinggi 20 tahun baru pada ambang 133.00

“Alasan mengapa dolar berkinerja sangat baik adalah The Fed mengumandangkan mereka akan menaikkan suku bunga 50 basis poin dan 50 basis poin dan 50 basis poin dan semua itu,” kata Thomas Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments, sebagaimana dilansir oleh Reuters, “Kemudian khususnya terkait yen, Jepang mengatakan tidak, inflasi takkan jadi masalah, kita tak mendapatkannya, maka kita tak akan menaikkan suku bunga, maka kita tak mundur dari pelonggarakan kuantitatif.”

Terlepas dari kurs USD/JPY yang fenomenal, greenback cenderung tertekan versus beragam mata uang mayor lain. GBP/USD melambung lebih dari 0.5 persen setelah PM Boris Johnson lolos dari ancaman mosi tak percaya yang mengguncang kepemimpinannya. Pasangan mata uang AUD/USD juga kokoh di atas ambang 0.7200 berkat deklarasi kenaikan suku bunga RBA yang jauh lebih besar daripada ekspektasi pasar.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.