analisaforex

Wabah Virus Corona Mendukung Reli Yen Jepang

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang USD/JPY merosot selama sepekan terakhir, karena permintaan safe haven untuk Yen mengalami peningkatan pesat di tengah kekhawatiran pasar terhadap dampak wabah virus Corona. Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa (28/1), USD/JPY terdampar pada level 108.82, rekor terendah dalam 20 hari terakhir. Yen Jepang juga menguat versus Poundsterling, Euro, dan mata uang mayor lain.

Wabah Virus Corona Mendukung Reli Yen Jepang

Jumlah korban tewas akibat virus Corona Novel (2019-nCoV) telah meningkat dari 80 orang menjadi 100 orang dalam dua hari terakhir. Upaya pemerintah China untuk menanggulangi penyebaran virus belum membuahkan hasil, padahal kota-kota besar di provinsi Hubei telah diisolasi penuh.

Kepanikan masih terus melanda pasar keuangan global. Bursa saham memerah, sementara harga komoditi minyak mentah jatuh sekitar 5 Dolar AS dalam tempo sepekan terakhir. Tak pelak, nilai tukar USD/CNY tertekan pada kisaran 6.936. Di sisi lain, aset-aset safe haven seperti Yen Jepang dan Gold malah mengalami reli nonstop.

“Kita masih belum mengetahui skala wabah sepenuhnya, yang bukan hanya merupakan masalah kesehatan publik melainkan juga masalah ekonomi,” kata Minori Uchida, pimpinan riset pasar di MUFG Bank Tokyo, sebagaimana dilansir oleh Reuters tadi pagi. Lanjutnya, “Ada kekhawatiran mengenai dampak (wabah virus Corona) terhadap pariwisata dan perekonomian China secara lebih luas, yang mana hal itu akan memengaruhi forecast pertumbuhan ekonomi global (juga). Yuan kemungkinan akan dijual, sedangkan Yen kemungkinan akan menguat.”

Baca Juga:   Yen Datar, Aussie Melemah Di Asia Dimana Data Pekerjaan AS Dalam Fokus

Sejumlah kekhawatiran lain juga mendongkrak permintaan pasar terhadap aset-aset safe haven. Antara lain antisipasi pasar menjelang pengumuman suku bunga bank sentral Inggris pada hari Kamis, 30 Januari 2020. Peluang pemotongan suku bunga terpecah dua hampir sempurna, sehingga keputusan apa pun yang diambil oleh bank sentral bakal memicu lonjakan seketika.

US Federal Reserve juga akan mengumumkan kebijakan moneter dalam hari yang sama, tetapi proyeksinya lebih netral. Bank sentral AS ini telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2019, sehingga diperkirakan tidak akan melakukan perubahan lagi dalam tahun ini. Data-data ekonomi AS terbaru juga mendukung ekspektasi tersebut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply