USD Menguat Temporer Pasca Rilis Data NFP Januari 2020

Indeks Dolar AS (DXY) sempat melonjak hingga 98.65 seusai rilis data US Non-farm Payroll (NFP) pada sesi New York hari ini (7/2), tetapi langsung surut kembali ke kisaran 98.50-an. Greenback masih dalam posisi unggul versus Euro dan dolar komoditi, tetapi melemah terhadap Pound dan Yen Jepang. Pasalnya, dampak data NFP yang cemerlang justru teredam oleh melesetnya pertumbuhan gaji karyawan dan kekhawatiran seputar virus Corona.

USD Menguat Temporer Pasca Rilis Data NFP Januari 2020

US Bureau of Labor Statistics (BLS) melaporkan bahwa angka Non-farm Payroll meningkat dari 145k menjadi 225k pada bulan Januari 2020, lebih tinggi dibandingkan estimasi awal yang dipatok pada 163k. Kenaikan pesat terjadi dalam sektor konstruksi, layanan kesehatan, transportasi, dan pergudangan. Namun, pertumbuhan pendapatan rata-rata per-jam hanya 0.2 persen versus ekspektasi 0.3 persen (Month-over-Month).

Tingkat pengangguran pun meningkat dari 3.5 persen menjadi 3.6 persen, karena melejitnya tingkat partisipasi angkatan kerja. Padahal, pelaku pasar mengharapkan angka tetap berada pada rekor terendah multi-dekade 3.5 persen. Walaupun penilaian terhadap ekonomi AS tetap solid, tetapi hal ini menempatkan risiko lebih besar menghadapi beragam risiko ke depan.

Baca Juga:   Outlook Mingguan USD / CAD : 12 - 16 Januari 2014

James Knightley, pimpinan ekonom internasional ING, mengatakan, “Satu lagi laporan ketenagakerjaan AS yang kuat mendukung pandangan bahwa perekonomian AS telah membuat permulaan menjanjikan menyambut 2020. Bisa jadi kesepakatan dagang AS-China telah mengurangi ketidakpastian dan menyediakan sebuah platform untuk pertumbuhan. Meski demikian, ketakutan terhadap virus Corona dalam lingkungan pertumbuhan global yang sudah lesu, menggarisbawahi risiko angka-angka mendatang yang lebih lemah.”

Terlepas dari itu, data diperkirakan takkan mengusik pandangan otoritas moneter AS. Kecil sekali kemungkinan suku bunga bakal diubah hanya karena koreksi dalam data ketenagakerjaan bulan Januari.

“Pasar tenaga kerja masih menunjukkan latar belakang ekonomi domestik AS saat ini nampak solid, dan itu sebagian besar sebelum ada dampak signifikan apa pun dari ketidakpastian dagang yang berhubungan dengan gencatang dagang AS-China pada awal 2020,” kata Nathan Janzen dari RBC Capital Markets,

Lanjutnya, “Wabah virus Corona baru di luar negeri telah menciptakan sejumlah risiko bagi latar belakang pertumbuhan eksternal jangka pendek, tetapi kecil sekali alasan nyata bagi pengambil kebijakan moneter untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga saat ini, dan kami terus mengharapkan Fed untuk tak melakukan perubahan apa pun sepanjang 2020.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.