USD/JPY Bergejolak Akibat Intervensi Jepang Di Pasar Forex

Kurs USD/JPY mengalami fluktuasi yang sangat pesat dalam perdagangan hari Kamis (22/9/2022). Dolar AS sempat melejit sampai menembus ambang 145.00 terhap yen setelah pengumuman hasil rapat kebijakan bank sentral Jepang (BoJ), lalu amblas dalam beberapa jam kemudian lantaran pemerintah Jepang melaksanakan intervensi di pasar forex.

USDJPY Bergejolak Akibat Intervensi Jepang Di Pasar Forex

Pelaku pasar awalnya kaget menyaksikan perubahan tajam dalam pergerakan USD/JPY pada sesi Eropa. Beberapa saat kemudian, Wakil Menteri Keuangan untuk Urusan Luar Negeri Masato Kanda mengatakan kepada media massa lokal bahwa pemerintah telah turun tangan di pasar.

Para pejabat Jepang telah berulang kali memberikan peringatan terkait pelemahan yen yang berlebihan selama beberapa bulan terakhir. Namun, aksi hari ini merupakan intervensi pertama pemerintah Jepang di pasar forex sejak tahun 1998. Jepang kemungkinan enggan membelanjakan cadangan devisanya untuk menopang nilai tukar, tetapi terpaksa melaksanakan intervensi guna mencegah dampak pelemahan kurs yang lebih parah.

“Keputusan (intervensi mata uang) hari ini secara efektif mematok batas (pelemahan yen terhadap dolar AS) pada 145 yang, jika para pengambil kebijakan mempertahankan aksi hari ini, mungkin akan menjadi batas atas jangka pendek untuk kurs USD/JPY,” kata Jonas Goltermann, ekonom pasar senior di Capital Economics.

Baca Juga:   USD / CAD Bergerak Lebih Rendah Setelah, Laporan Kanada

Goltermann meyakini tekanan atas yen akan mulai mereda dengan adanya intervensi Jepang. Intervensi akan membatasi ruang gerak reli USD/JPY, sehingga memberikan waktu bagi yen sampai tiba waktunya dolar AS melemah lantaran penurunan ekspektasi inflasi di AS. Akan tetapi, tak semua analis sepakat.

Sebagian analis berpendapat bahwa pelemahan kurs yen terjadi akibat selisih suku bunga acuan yang semakin besar antara BoJ dengan bank-bank sentral lain. Selama bank sentral Jepang itu tetap enggan mengetatkan kebijakan moneternya, kurs yen akan sukar untuk menguat secara berkelanjutan. Selain itu, masih banyak faktor lain yang membebani yen.

“Pelemahan yen tahun ini bukanlah hasil dari kenaikan suku bunga The Fed maupun pelonggaran moneter BoJ. Pelemahan yen tahun ini sebagian besar disebabkan karena Jepang sukar mencapai surplus neraca transaksi berjalan yang dibutuhkan untuk mengimbangi arus investasi asing keluar yang biasanya mencapai 1-2 persen dari PDB. Kesenjangan arus modal ini kemungkinan tidak akan sirna hingga harga minyak mentah Brent jatuh ke bawah $70,” kata Greg Anderson dari BMO Capital Markets.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.