USD/CHF Amblas Akibat Kenaikan Suku Bunga Swiss

Kurs USD/CHF mencatat kemerosotan paling parah sejak 2015 dalam perdagangan hari Kamis (16/6/2022). Duet aset safe haven ini amblas hampir 3 persen ke kisaran terendah 0.9664, karena bank sentral Swiss (Swiss National Bank) memberikan kejutan berupa kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin sekaligus. Mata uang-mata uang mayor lain juga babak belur versus Swissy lantaran katalis yang sama.

USDCHF Amblas Akibat Kenaikan Suku Bunga Swiss

Sebelum rapat kebijakan hari ini, konsensus memperkirakan SNB tak akan mengubah suku bunganya. Hanya segelintir analis yang mensinyalir SNB akan menaikkan suku bunga sebanyak 25 basis poin. Akibatnya, pasar kaget ketika mendengar keputusan SNB untuk menaikkan suku bunga dari -0.25 persen menjadi 0.75 persen.

Ini merupakan kenaikan suku bunga Swiss terbesar sejak bulan September 2007. SNB kemungkinan mengikuti jejak kenaikan suku bunga The Fed, karena selisih suku bunga antar negara yang terlalu besar dapat menggoyahkan stabilitas inflasi dan nilai tukar mata uangnya.

“Ini memberi tahu lingkungan umum bahwa bahkan (bank-bank sentral) yang sebelumnya dovish sekarang khawatir tentang inflasi,” kata Jan van Gerich, kepala analis di Nordea, “Gambaran besarnya tetap bahwa bank sentral khawatir memiliki yield rendah dan perlu mengejar ketinggalan.”

Baca Juga:   Aussie Melemah Dimana Pertumbuhan Pekerjaan Kurang Dari Perkiraan, Penurunan Kiwi

Analis dari Monex Europe mengatakan bahwa inflasi Swiss sebagian besar bersumber dari perdagangan, sedangkan SNB secara tidak resmi menargetkan kurs franc yang lebih kuat guna mengurangi tekanan inflasi dari mancanegara. Oleh karena itu, “Selisih kebijakan moneter yang semakin besar mengancam target ini, sehingga mengharuskan kenaikan suku bunga yang lebih awal dari ekspektasi. Keputusan hari ini untuk mengejutkan pasar telah menghasilkan efek yang diharapkan oleh SNB, karena kurs euro-franc jatuh lebih dari 1.5 persen.”

Gubernur SNB Thomas Jordan juga memeringatkan akan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan ke depan. Ia menggarisbawahi posisi franc Swiss yang tak semahal sebelumnya, sehingga mengisyaratkan bahwa bank sentral punya ruang untuk menaikkan suku bunga tanpa memperburuk keseimbangan neraca dagang. Konsekuensinya, pasar uang saat ini memperhitungkan potensi kenaikan suku bunga sebesar 100 basis poin sekaligus pada rapat SNB tanggal 22 September mendatang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.