Tingkat Pengangguran Australia Meningkat Gegara Lockdown COVID-19

Pasangan mata uang AUD/USD merangsek naik lebih dari 0.6 persen ke kisaran 0.7420-an pada sesi New York malam ini (14/10/2021). Akan tetapi, penguatan AUD/USD lebih disebabkan karena depresiasi USD daripada perbaikan outlook AUD. Data tenaga kerja Australia tadi pagi justru menunjukkan angka-angka yang mengecewakan.

Tingkat Pengangguran Australia Meningkat Gegara Lockdown COVID-19

Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa lockdown berkepanjangan di negara-negara bagian New South Wales, Victoria, dan Wilayah Ibu Kota Australia telah memukul ketenagakerjaan. Jumlah karyawan bekerja dan jam kerja sama-sama jatuh ke tingkat pra-pandemi. Sedangkan tingkat pengangguran Australia meningkat tipis dari rekor terendah 12 tahun pada 4.5 persen (Agustus 2021) menjadi 4.6 persen (September 2021).

Kepala Statistik Tenaga Kerja ABS, Bjorn Jarvis, mengatakan bahwa tingkat pengangguran terlihat rendah, tetapi kondisi pasar tenaga kerja sebenarnya tidak bisa disebut kuat. Selama tiga bulan terakhir, partisipasi dalam angkatan kerja telah berkurang lebih dari 330 ribu orang dan ketenagakerjaan berkurang sekitar 281 ribu orang. Padahal, pengangguran hanya berkurang 53 ribu orang.

Baca Juga:   BERITA SAHAM HARI RABU 07/04/2021 - GATOT ADHI PRASETYO DIVESTASI SAHAM BTPS

“Selain orang-orang kehilangan pekerjaan mereka, atau pekerjaannya dikurangi dan tak mendapat (jatah) jam kerja, kami terus menyaksikan betapa menantangnya bagi para pengangguran untuk tetap aktif di pasar tenaga kerja selama lockdown,” pungkas Jarvis.

Sejumlah analis menilai laporan tenaga kerja Australia ini termasuk “lagging indicator” yang kurang aktual. Oleh karenanya, mereka berpendapat tidak mungkin menggunakan data tersebut untuk mengambil kesimpulan definitif tentang outlook ekonomi yang masih tak menentu. Namun, sebagian analis lain lebih pesimistis.

Senior ekonom AMP Capital, Diana Mousina, memprediksi pasar tenaga kerja akan mengakhiri tahun ini kembali seperti situasi Juni (sebelum lockdown dimulai) ketika tingkat pengangguran berada pada 4.9 persen. Ekonom senior ANZ, Catherine Birch, juga menilai tingkat pengangguran kemungkinan bakal memuncak setelah pembatasannya lockdown dilonggarkan -sebagaimana terjadi pada tahun lalu.

Orang -orang yang kehilangan pekerjaan selama pandemi mungkin tak menyebarkan lamaran kerja baru, sehingga nama mereka tak tercantum dalam data tingkat pengangguran sebagai pencari kerja. Ketika mereka mulai siap aktif mencari kerja lagi, namanya akan kembali masih dalam daftar  dengan status menganggur. Butuh waktu hingga perekonomian menyerap mereka kembali, sehingga lockdown secara logis mengakibatkan kenaikan tingkat pengangguran untuk sementara waktu.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply