The Fed Konfirmasi Bunga Naik Lebih Cepat, Dolar Meroket

Indeks dolar AS (DXY) hari ini (27/1/2021) meroket lebih dari 0.6 persen hingga mencapai rekor tertinggi sejak Juli 2020 di atas ambang 97.10. Pasalnya, hasil rapat FOMC dini hari tadi mengonfirmasi prospek kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat dan lebih besar daripada ekspektasi pasar dalam beberapa bulan mendatang.

The Fed Konfirmasi Bunga Naik Lebih Cepat Dolar Meroket

Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga tetap dalam rentang 0%-0.25% dalam rapat kebijakan terbarunya, tetapi mengamini peluang kenaikan suku bunga segera setelah tapering berakhir pada Maret 2022. Ketua The Fed Jerome Powell juga menambahkan pernyataan bernada hawkish dalam konferensi pers pasca-rapat FOMC.

Menurut Powell, ada “cukup banyak ruang untuk menaikkan suku bunga tanpa merugikan lapangan kerja”. Ia menyinggung pula perkara pengurangan neraca (Quantitative Tightening), meski menolak untuk merinci rencana The Fed tentang topik tersebut. Pelaku pasar lantas menganggapnya sebagai konfirmasi bahwa “Fed rate hike” akan terjadi sebanyak empat kali dalam tahun 2022, kemudian diiringi dengan Quantitative Tightening mulai musim panas.

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 26/10/2018 - RODA VIVATEX RAIH PENDAPATAN Rp301,62 MILIAR HINGGA SEPTEMBER

“Kami memperkirakan The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga pertama dari empat (untuk tahun 2022) sebanyak 25 basis poin pada rapatnya di bulan Maret, kemudian mengumumkan pengurangan neraca secara lebih agresif pada Juli,” catat analis dari Morgan Stanley.

“Meski pasar telah memperhitungkan kenaikan (suku bunga The Fed), banyak orang sebelumnya mengasumsikan bahwa The Fed mungkin lebih sensitif pada (perubahan dalam) pasar ekuitas, tapi ternyata tidak (sensitif),” kata Jane Foley, kepala strategi mata uang di Rabobank, “Juga, penyebutan masalah neraca oleh The Fed telah memfokuskan pikiran pasar pada penarikan stimulus.”

Yield US Treasury juga terangkat pasca pengumuman hasil rapat FOMC, sehingga menambah energi bagi reli USD. Di sisi lain, mata uang-mata uang rivalnya menghadapi imbas dari lonjakan aksi risk-off di bursa saham global yang telah berlangsung sejak awal pekan. AUD/USD dan NZD/USD anjlok lebih dari 0.5 persen, sementara EUR/USD merosot lebih dari 0.7 persen. GBP/USD juga ambruk lebih dari 0.6 persen ke kisaran 1.3380-an seiring dengan memanasnya gejolak politik akibat skandal pesta PM Boris Johnson.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.