Testimoni Powell Bernada Netral, Dolar AS Mendatar

Indeks Dolar AS (DXY) beredar dalam rentang yang sangat sempit antara 105.00 sampai 105.17 pada perdagangan hari Rabu (10/7/2024). Greenback juga menampilkan kinerja beragam dalam berbagai pasangan mata uang mayor. Masalahnya, Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan pesan yang bernada lebih netral dibandingkan perkiraan pasar dalam testimoninya di hadapan Senat AS.

Testimoni Powell Bernada Netral Dolar AS Mendatar

Pada testimoni hari pertamanya, Powell mengakui adanya pelemahan dalam pasar tenaga kerja dan inflasi AS. Ia juga menyebutkan adanya risiko ganda dalam perekonomian AS saat ini, yaitu inflasi dan pelemahan ketenagakerjaan.

Suku bunga yang tinggi diperlukan untuk meredam inflasi, tetapi menimbulkan efek samping yang buruk bagi pasar tenaga kerja dan perekonomian AS secara umum. Kendati demikian, Powell berpendapat pemangkasan suku bunga belum layak untuk dilaksanakan sebelum The Fed benar-benar yakin bahwa inflasi akan turun sampai target dua persen.

“Powell memilih pendekatan yang relatif hati-hati,” kata Karl Schamotta, kepala strategi pasar Corpay di Toronto, “Tetapi terdapat cukup petunjuk dovish dalam narasinya untuk membantu meningkatkan minat risiko di pasar.”

Baca Juga:   Dolar AS Turun Terhadap Dolar Kanada

“Gagasan bahwa pasar tenaga kerja tidak lagi menimbulkan tekanan inflasi yang sulit bagi perekonomian AS, dan bahwa The Fed berusaha untuk mengatasinya, membantu mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut dan juga memperjelas (prospek) penurunan suku bunga di bulan September,” imbuh Schamotta.

Seusai testimoni Powell, CME Fedwatch menunjukkan kenaikan peluang dari 73 persen menjadi 77 persen untuk pemangkasan suku bunga The Fed mulai September. Perubahannya sangat kecil, sehingga tak berpengaruh besar bagi dolar AS.

Para pakar menilai Powell berupaya menggeser perhatian pasar kepada data-data inflasi dan ketenagakerjaan AS yang akan datang. Apabila data-data tersebut membuktikan terjadinya pelemahan berkelanjutan, Fed kemungkinan akan memangkas suku bunga pada September. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari ekspektasi dapat mendorong mereka menundanya sampai akhir tahun.

Sehubungan dengan itu, para trader dan investor memilih untuk “wait-and-see” sembari menunggu rilis data inflasi harga konsumen AS besok. Perlu diketahui bahwa Amerika Serikat memiliki tiga data inflasi yang biasanya menjadi referensi kebijakan The Fed, yakni inflasi harga konsumen (CPI), inflasi harga produsen (PPI), serta inflasi belanja dan konsumsi personal (PCE).

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.