analisaforex

Terhalang Masalah Anggaran, Outlook Euro Masing Cemerlang

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang EUR/USD terkoreksi sekitar 0.2 persen ke kisaran terendah 1.1850 dalam perdagangan hari ini (20/11). Kekhawatiran terkait pengesahan anggaran Uni Eropa yang diveto oleh beberapa anggotanya, menjadi salah satu sumber ketidakpastian utama di samping masih tingginya penyebaran COVID-19. Meski demikian, sejumlah analis menilai drama anggaran di Brussels tidak mengubah outlook Euro yang bullish dalam kurun waktu lebih panjang.

Outlook Euro Masing Cemerlang

Sentimen risk-on telah mendorong apresiasi euro hingga mendekati rentang 1.1900 kembali. Kemajuan dalam riset vaksin Pfizer dan Moderna menumbuhkan harapan untuk pemulihan ekonomi global. Tapi euro masih kekurangan katalis untuk tembus ke rentang harga lebih tinggi.

“EUR/USD selama tiga bulan terakhir berada dalam sebuah kisaran. Ini dipandang sebagai kisaran konsolidasi bullish, tetapi kami belum menyaksikan pemicu (untuk) sebuah penembusan ke level lebih tinggi,” kata Karen Jones, kepala analis teknikal di Commerzbank, “Ini berkonsolidasi di bawah rekor tertinggi November saat ini pada 1.1920 dan retracement 78.6% pada 1.1926, serta sedang mundur sedikit, tetapi akan tetap dibeli dalam rentangnya selama berada di atas garis support 6 bulan pada 1.1682.”

Baca Juga:   USD/CAD Lanjutkan Reli Meski GDP Kanada Memuaskan

Dari segi fundamental, reli euro terhambat oleh merebaknya perpecahan diantara negara-negara anggota Uni Eropa. Salah satu pilar fundamental euro dalam tahun 2020 ini adalah ekspektasi kerja sama negara-negara anggota Uni Eropa untuk meluncurkan stimulus bersama dan saling membantu dalam pemulihan dari krisis COVID-19. Akan tetapi, rencana itu kini terancam gagal karena Hungaria dan Polandia memblokir pengesahan anggaran Uni Eropa. Padahal anggaran itu juga memuat paket bantuan pemulihan ekonomi senilai EUR750 Miliar yang telah disetujui sebelumnya.

Kedua negara menyatakan bahwa persetujuan atas anggaran itu akan mengintervensi perundangan domestik mereka, karena memuat pula sebuah mekanisme baru yang dirancang untuk menghalangi penyaluran dana Uni Eropa ke negara-negara yang melanggar standar hukum kawasan. Di sisi lain, banyak negara anggota Uni Eropa lain tak mempermasalahkannya dan justru lebih membutuhkan pengesahan anggaran segera. Uni Eropa akan terus berunding untuk menyelesaikan perbedaan pendapat ini.

“Kita perlu terus bersatu dalam hal ini. Paket (bantuan) keuangan ini penting untuk pemulihan ekonomi kita. Kita perlu mengimplementasikannya sesegera mungkin,” kata Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, “Sebagian besar negara anggota setuju dengan kompromi di atas meja. Beberapa negara anggota telah mengisyaratkan bahwa mereka tak mendukung mayoritas. Kami akan terus berdiskusi untuk menemukan solusi yang dapat diterima semua pihak.”

Baca Juga:   Aussie, Kiwi Naik Tajam Lebih Tinggi Terhadap Mitra AS Setelah Pernyataan FED

Sebagian analis menyatakan mereka akan terus memantau perkembangan isu ini hingga pertemuan reguler Uni Eropa pada bulan Desember mendatang. Tetapi ada pula analis yang menilainya tak terlalu signifikan.

“Meskipun berita terkait kebuntuan anggaran boleh jadi menghalangi pasangan mata uang (EUR/USD) ini naik ke atas 1.19 pekan ini, kesulitan politik terkait ratifikasi MFF tak mungkin menggeser keseimbangan jangka pendek EUR/USD secara dramatis, karena MFF dan dana pemulihan tidak menambah ekspektasi pertumbuhan 2021 secara signifikan,” ujar Stephen Gallo dari BMO Capital Markets yang menilai USD dan sentimen risiko akan menjadi penggerak pasar utama.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply