Suku Bunga Tinggi, Prospek Pound Sterling Makin Ciamik

Pasangan mata uang GBP/USD menguat cukup pesat pada pekan ini, mengakhiri tren bearish yang berlangsung sejak pertengahan Januari. Penguatan Sterling berhubungan dengan perbaikan minat risiko pasar serta beberapa data ekonomi Inggris yang lebih solid daripada perkiraan pasar. Prospek GBP/USD ke depan juga semakin cemerlang.

Prospek Pound Sterling Makin Ciamik

S&P Global/CIPS kemarin merilis data preliminer PMI Inggris yang cukup baik untuk periode Februari 2024. Skor PMI Manufaktur Inggris menanjak dari 47.0 menjadi 47.1, meskipun lebih lemah daripada perkiraan yang sbeesar 47.5. Skor PMI Jasa Inggris bertahan pada 54.3, sedikit lebih baik daripada perkiraan konsensus yang dipatok pada 54.2.

Optimisme bisnis Inggris kini bertengger pada rekor tertinggi dalam dua tahun terakhir. Beragam faktor tersebut menyokong kurs pound sterling terhadap berbagai mata uang mayor lain.

Rilis data sentimen konsumen Inggris pada sesi Eropa tadi sore melemah untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir, tetapi tak mampu menggoyahkan ketangguhan Sterling.

“Pound telah berkonsolidasi pada level yang lebih tinggi pagi ini, tidak terpengaruh oleh penurunan tak terduga dalam kepercayaan konsumen GfK,” kata Kyle Chapman, analis forex di Bellinger Group, “Arus masuk ke aset-aset berisiko global membuat sterling tetap terdukung meskipun yield AS semakin unggul.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 28/02/2020 - BI PERKIRAKAN INFLASI FEBRUARI SEBESAR 0,31 PERSEN

“Korelasi pound dengan ekuitas global sudah mulai melemah, tetapi tetap lebih kuat dibandingkan korelasi dolar AS dengan minat risiko pasar, dan mungkin mendorong penguatan pound jika selera risiko ini terus berlanjut,” kata Derek Halpenny, kepala riset pasar global EMEA dan sekuritas internasional di MUFG Bank.

Para pakar kini berfokus memprediksi arah kebijakan Bank of England (BoE). Apabila tingkat suku bunga BoE tetap tinggi dalam waktu lebih lama, prospek kurs pound sterling bisa semakin ciamik.

Data pasar menunjukkan ECB dan Federal Reserve kemungkinan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juni, sedangkan BoE baru akan memulai penurunan suku bunganya pada Agustus. Para pakar juga mencatat bahwa Megan Greene, seorang petinggi BoE, kemarin mengatakan ia baru akan mendukung penurunan suku bunga setelah melihat lebih banyak bukti bahwa tekanan inflasi sudah benar-benar mereda.

“Bank sentral (BoE) belum akan mempertimbangkan untuk memulai siklus penurunan suku bunga secara sungguh-sungguh,” papar para pakar dari Nomura, “Jadi, sikap BoE yang tidak terlalu dovish itu akan membantu GBP tetap tangguh di antara (berbagai mata uang) G10.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.