Strategi Forex Trading Terbaik

Apakah Anda sedang mencari strategi trading forex terbaik yang dapat diandalkan? Beberapa strategi terpilih di bawah ini bisa jadi wacana untuk membangun profit Anda, karena sudah dibuktikan oleh para trader lain. Namun, cobalah kecocokannya dengan gaya trading Anda pada akun demo dulu. Apabila berhasil, Anda dapat menerapkannya pada akun riil secara lebih mahir.

  1. Strategi Trading Pukul 7 GMT

Strategi trading forex unik ini hanya berlaku untuk pasangan mata uang (pair) yang memiliki likuiditas melimpah dan sedang mengalami volatilitas tinggi. Biasanya, trader menerapkan pada pair GBP/USD dan EUR/USD yang aktif pada sesi Eropa sampai Amerika. Sebaiknya hindari pair yang pergerakannya lamban seperti USD/JPY atau pair cross.

Baca Juga: Karakteristik Pair: EURUSD, GBPUSD, AUDUSD, USDCHF dan USDJPY

Untuk menerapkannya, perhatikan berapa harga penutupan candlestick pada pukul 7.00 GMT (14.00 WIB) di timeframe 1 jam (H1). Setelah itu, pasang dua order pending di bawah dan di atas harga penutupan candle tersebut, dengan jarak antara 5-10 pips. Apabila salah satu order pending sudah terpicu, segera batalkan order pending yang satunya, kemudian pasang stop loss (SL) pada posisi pending order yang dibatalkan tersebut.

Pada tanggal 23 April 2020, terlihat GBP/USD pukul 07.00 ditutup pada harga 1.2318

Sebagai contoh, perhatikan gambar di atas. Pada tanggal 23 April 2020, terlihat GBP/USD pukul 07.00 ditutup pada harga 1.2318. Pasanglah posisi pending dengan patokan harga tersebut. Setelah posisi pending buy terpicu, batalkan posisi pending di bawah patokan harga tersebut.

Biarkan posisi trading terbuka hingga meraih profit sekitar 50 pips lalu close posisi, atau pasang trailing stop per 20 pips. Biarkan pasar bergerak hingga mencapai profit seoptimal mungkin atau terkena stop loss. Apabila profit maupun stop loss belum terwujud hingga menjelang tengah malam, segera tutup posisi trading ini dalam kondisi profit/loss berapa pun, karena ini artinya pasar sedang sepi.

Baca Juga:   VPS Forex Windows Terbaik Untuk Trader Indonesia

Strategi ini akan lebih mudah diterapkan jika Anda menggunakan broker forex yang memperbolehkan order OCO (One-Cancels-the-Other). Apabila broker Anda hanya memperbolehkan order pending biasa, maka ada risiko pergolakan harga memicu kedua order pending dalam waktu singkat, sehingga ini malah menjadi jebakan batman untuk trader sendiri. Untuk menghindari jebakan batman seperti itu, sebaiknya jangan buka posisi pada hari-hari menjelang rilis data penting seperti suku bunga atau pengumuman bank sentral.

Baca Juga: Broker Forex yang Bebas Swap (Islami)

  1. Strategi Triple Moving Average

Sesuai namanya, strategi trading forex ini menggunakan tiga indikator Moving Average pada satu grafik. Cocok digunakan pada EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, dan AUD/USD dengan timeframe 10 menit (M10) atau 15 menit (M15). Teknis penerapannya sangat sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian tinggi.

Pertama-tama, bukalah platform trading pada pair favorit dan set timeframe. Setelah itu, pasang tiga Simple Moving Average dengan parameter masing-masing 20, 50, dan 100 (close price). Tentukan warna berbeda-beda untuk setiap garis Moving Average. Seperti dalam contoh di bawah ini, garis SMA-20 ditentukan berwarna merah, SMA-50 berwarna hijau tua, dan SMA-100 berwarna biru.

Strategi Triple Moving Average

Tahap selanjutnya, carilah momen ketika garis SMA-20 bergerak melintasi SMA-50 atau SMA-100. Buka posisi buy apabila garis SMA-20 bergerak naik dari bawah ke atas hingga melintasi garis SMA-50 dan SMA-100 (kotak hijau). Sebaliknya, jika garis SMA-20 bergerak turun dari atas ke bawah hingga melintasi garis SMA-50 dan SMA-100, maka itu adalah waktunya buka posisi sell (kotak merah). Jangan lupa pasang target profit (TP) antara 10-15 pips dan stop loss (SL) antara 5-10 pips.

  1. Strategi Trading dengan Pola Candlestick
Baca Juga:   Apa Itu Akun Micro, Akun Mini, Akun Standard pada Forex Trading ?

Tahukah Anda pola-pola candlestick? Grafik candlestick yang berbentuk mirip lilin itu dapat membentuk pola-pola tertentu yang menjadi sinyal trading dengan akurasi antara moderat hingga sangat tinggi. Strategi trading dengan pola candlestick juga cocok untuk semua pair forex pada timeframe mulai dari 4 jam (H4) atau lebih tinggi lagi. Hanya saja, perlu sedikit lebih banyak upaya untuk menerapkannya daripada indikator siap pakai pada tiga strategi trading sebelumnya.

Pertama-tama, Anda harus memahami beragam pola candlestick atau setidaknya menghafalkan maknanya. Alternatif lain, Anda bisa mencari indikator candlestick scanner atau sejenisnya, lalu dipasang pada platform trading. Metatrader belum memiliki indikator semacam ini, sehingga Anda harus mencari dan memasang indikator kustom sendiri untuk Metatrader. Tenang saja, banyak indikator gratis semacam itu yang beredar di forum MQL5 dan situs tentang forex lain.

Indikator candlestick scanner yang sudah dipasang itu nantinya akan menampilkan nama-nama pola candlestick yang telah terbentuk secara otomatis pada platform trading Anda. Biasanya, nama-nama pola candlestick itu juga sudah diwarnai agar memudahkan penggunaan. Warna merah merupakan sinyal sell, hijau merupakan sinyal buy, sedangkan hitam bermakna netral.

Contohnya tampak pada grafik di bawah ini. Pada grafik GBP/USD timeframe H4, terlihat ada pola Shooting Star, Shooting Star/Gravestone Doji, serta Doji. Shooting Star dan Gravestone Doji merupakan sinyal sell, sedangkan Doji bernada netral.

Strategi Trading Forex Terbaik dengan Pola Candlestick

Anda cukup membuka posisi trading sesuai penanda sinyal yang muncul. Yang agak rumit dalam strategi ini adalah penentuan Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP). Solusi termudahnya, letakkan SL/TP pada titik harga terendah/tertinggi sebelumnya sesuai arah posisi trading. Tapi kisaran ini agak abstrak, sehingga Anda perlu melatih kejelian dan kepekaan agar dapat menangkap titik yang tepat. Alternatif lain, pasang saja trailing stop per 15 atau 20 pips.

Baca Juga:   Cara Investasi Emas Batangan

Nah, diantara ketiga strategi trading forex terbaik di atas, mana yang akan Anda pilih? Strategi mana pun yang dipilih, ada satu hal yang perlu diingat baik-baik. Banyak orang yang terlalu fokus mencari strategi trading forex terbaik hingga lupa bahwa tak seorang pun dapat memprediksi masa depan. Strategi trading forex secanggih apa pun tidak mungkin mencapai akurasi 100 persen benar.

Para trader pro juga pasti pernah mengalami rugi. Jadi, strategi trading forex terbaik tidak lantas berarti mampu profit absolut tanpa loss sama sekali. Strategi trading secanggih apa pun hanya akan berfungsi jika trader mampu mengoptimalkan profit dan mengurangi risiko.

Strategi trading forex terbaik selayaknya bukan hanya mengandalkan indikator ini-itu, melainkan juga aturan money management dan pengendalian risiko yang baik. Selain itu, trader juga harus mampu menganalisis pasar dan beradaptasi dengan cepat. Ketika pasar kacau dan tak menampilkan sinyal apa pun, trader harus siap untuk stop trading sementara hingga muncul sinyal trading potensial.

Mentalitas trader yang tangguh harus dipelihara, bukan hanya mengincar strategi trading forex terbaik saja. Modal dan strategi yang sama persis bisa menghasilkan profit berbeda, jika dikelola oleh trader berbeda. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena setiap trader pasti punya kebijakan manajemen risiko dan psikologis berbeda pula.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply