Sterling Longsor Akibat Data PDB Inggris dan Kemelut Irlandia Utara

Nilai tukar pound sterling amblas terhadap beragam mata uang lain dalam perdagangan hari Senin (13/6/2022). Kurs GBP/USD anjlok lebih dari 1 persen hingga mengunjungi rekor terendah pada level 1.2123, sementara GBP/JPY sempat terperosok sekitar 2 persen dan EUR/GBP mengokohkan konsolidasi pada kisaran 0.8500-0.8600. Sejumlah faktor melumpuhkan sterling, termasuk aksi risk-off global, data PDB Inggris yang mengecewakan, serta kebangkitan kembali sisa-sisa masalah brexit.

Sterling Longsor Akibat Data PDB Inggris dan Kemelut Irlandia Utara

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto Inggris melemah 0.3 persen (Month-over-Month) pada bulan April 2022. Padahal, konsensus berharap akan ada pertumbuhan 0.1 persen untuk mengimbangi kemunduran 0.1 persen pada periode Maret.

Pertumbuhan PDB kuartalan terkoreksi dari 0.8 persen menjadi 0.2 persen (versus ekspektasi 0.4 persen). Data PDB Inggris dalam basis tahunan juga anjlok dari 6.4 persen menjadi 3.4 persen saja, atau meleset dari perkiraan konsesus yang sebesar 3.9 persen. Rincian dalam laporan tersebut bahkan membuat beberapa analis menghimbau agar publik berhati-hati menghadapi perlambatan ekonomi lanjutan di negeri yang baru saja merayakan Platinum Jubilee Ratu Elizabeth II ini.

Baca Juga:   AUD / USD Naik Setelah Data Inflasi Australia, PMI Cina

Data seperti ini membuat pelaku pasar menyangsikan kemampuan bank sentral Inggris (BoE) untuk menaikkan suku bunga secara agresif dalam rapat kebijakannya pada hari Kamis mendatang. Konsensus sementara menilai BoE “cuma” akan menaikkan suku bunga sebanyak 25 basis poin, dan bukannya 50 basis poin yang sempat dirumorkan sebelumnya.

“Kami memperkirakan kenaikan suku bunga BoE yang bernada ‘dovish’ dan tetap bearish atas GBP,” kata Ebrahim Rahbari, seorang analis dari Citi.

Keputusan aktual BoE dapat menjadi katalis penting untuk pergerakan kurs pound sterling berikutnya. Selain itu, terdapat pula sengketa seputar protokol Irlandia Utara yang terus berkepanjangan seusai Brexit.

Beredar rumor bahwa Parlemen Inggris siap mempublikasikan legislasi yang akan melangkahi sebagian isi protokol Irlandia Utara. Konten legislasi antara lain menggantikan pengawasan European Court of Justice (ECJ) dengan pengadilan Inggris, menghapus semua pemeriksaan pabean atas semua produk yang masuk ke Irlandia Utara dari Inggris, serta memulihkan hak warga Irlandia Utara untuk menerima potongan pajak yang sama dengan warga negara Inggris lainnya. Padahal, Uni Eropa telah menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima aksi seperti itu dan akan melancarkan aksi balasan jika Inggris “ngotot” melakukannya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.