Sterling Diterjang Sentimen Negatif Jelang Super Thursday

Pound sterling berupaya menguat, tetapi masih terhalang oleh sentimen negatif dalam perdagangan hari Rabu (1/2/2023). GBP/USD terus beredar dekat level terendah lima hari pada kisaran 1.2335. EUR/GBP justru mendaki ke level tertinggi lima hari pada kisaran 0.8840-an.

Sterling Diterjang Sentimen Negatif Jelang Super Thursday

Konsensus memperkirakan bank sentral Inggris (BoE) akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin dalam rapat kebijakan hari Kamis besok. Namun, sinyal pelemahan ekonomi Inggris semakin kencang belakangan ini dan memantik pesimisme pasar.

Skor Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor manufaktur Inggris hari ini melampaui ekspektasi konsensus, tetapi masih berkubang dalam area kontraksi di bawah 50.0. Data pinjaman perbankan juga merosot tajam, selaras dengan makin minimnya minat masyarakat untuk mengajukan KPR dan pinjaman lain.

“Kami tak akan terkejut jika BoE mengumumkan kenaikan suku bunga lebih kecil (sebesar) 25 basis poin,” kata Derek Halpenny dari MUFG, ” Kami (juga) meyakini rapat kebijakan BoE menghadirkan risiko penurunan bagi GBP.”

Halpenny memaparkan bahwa para pejabat BoE, termasuk Gubernur Andrew Bailey, baru-baru ini mengungkapkan bukti-bukti bahwa laju inflasi mulai berbalik. Harga gas alam juga terus menurun dengan tajam, sehingga dapat meredakan tekanan inflasi secara berkelanjutan.

Baca Juga:   Peso Meksiko Melonjak 2% Karena Kesepakatan Untuk Menghindari Tarif AS

Beberapa pemain pasar bahkan mulai berspekulasi tentang kapan BoE akan mulai memangkas suku bunganya. Sebagaimana disampaikan oleh Anna Titareva, seorang ekonom UBS, “Sebuah kejutan dovish dapat hadir dari pesan sederhana bahwa ‘akhir siklus kenaikan suku bunga sudah dekat’ karena bank sentral harus berfokus pada kelambanan kebijakan moneter yang panjang dan bervariasi. Dalam skenario ini, pasar cenderung mempercepat spekulasi pemangkasan suku bunga pada 2023 dan 2024.”

Spekulasi tersebut selaras dengan prospek ekonomi Inggris yang kian suram. Semakin buruk resesi yang menghantam negeri ini, bank sentral akan makin sukar mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lama.

IMF kemarin menyatakan bahwa Inggris akan menjadi satu-satunya negara G7 yang mengalami resesi dalam tahun 2023. IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan Inggris tahun 2023 sampai -0.6 persen. Laju pertumbuhan itu bahkan lebih buruk daripada Rusia yang berpotensi tumbuh tipis +0.3 persen dalam periode yang sama.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.