Sterling Bullish, EUR/GBP Jatuh Ke Level Terendah Dua Tahun

Euro terperosok semakin dalam versus pound sterling hingga menyentuh rekor terendah 23 bulan pada level 0.8323 dalam perdagangan hari ini (11/1/2022). Situasi ini terjadi lantaran berkembangnya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Inggris (BoE) dalam waktu dekat, sedangkan bank sentral Eropa (ECB) terus mempertahankan suku bunga deposit di bawah nol. Euro juga kehilangan momentum melawan USD, sementara GBP/USD terus merangsek naik ke level tertinggi sejak 9 November 2021.

EURGBP Jatuh Ke Level Terendah Dua Tahun

Selama beberapa pekan terakhir, ekspektasi kenaikan suku bunga BoE semakin menjamur di kalangan investor dan trader. Setelah BoE mendadak menaikkan suku bunga sebesar 15 basis poin pada rapat kebijakan Desember 2021, sejumlah trader kini mengharapkan “rate hike” lanjutan lagi pada bulan Februari mendatang.

“Ada tanda-tanda puncak kasus Omicron di London. Ini tampaknya menunjukkan profil infeksi yang serupa dengan Afrika Selatan, kasus memuncak sekitar tiga minggu setelah wabah awal (kemudian pertumbuhan kasus stagnan atau menurun -red),” kata Jeremy Stretch, Kepala Strategi FX G10 di CIBC Capital Markets, “Hasil seperti itu (berkurangnya jumlah kasus Omicron -red) dapat menandakan bahwa setelah akhir tahun 2021 yang lebih lemah dari ekspektasi, prospek rebound saat memasuki paruh kedua kuartal I/2022 memvalidasi prospek kenaikan suku bunga Februari.”

Baca Juga:   USD / CHF Tergelincir Lebih Rendah Pada PDB AS, Laporan Pengangguran

Perkembangan ini membuat CIBC Capital Markets memperkirakan EUR/GBP bakal melorot lebih lanjut, kemungkinan sampai kisaran 0.8295. Namun, tak semua analis sependapat.

You-Na Park-Heger dari Commerzbank menilai prospek kenaikan suku bunga BoE memang mendukung sterling. Akan tetapi, menurutnya “sebagian darinya kemungkinan sudah diperhitungkan (oleh pelaku pasar) sehingga reli GBP bisa mulai kehabisan energi.”

Jane Foley, kepala strategi FX Rabobank, berpendapat sterling juga mendapatkan sokongan dari sinyal-sinyal pelemahan dolar AS saat ini. Pasar sudah telanjur memegang terlalu banyak posisi long pada USD, sehingga dolar AS sukar bereaksi lagi terhadap spekulasi seputar kenaikan suku bunga The Fed dan pound sterling memperoleh ruang untuk menanjak lebih tinggi dalam beberapa pekan mendatang. Meski demikian, Foley mensinyalir ekspektasi pasar atas kenaikan suku bunga BoE akan mulai memudar seiring dengan terungkapnya data-data terkait tekanan atas pendapatan riil di Britania Raya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply