Sentimen Konsumen AS Membaik, Dolar AS Merangkak Naik

Indeks dolar AS (DXY) menanjak lebih dari 0.6 persen sampai kisaran 105.78 sejak sesi Eropa hingga awal sesi New York hari Jumat (12/8/2022). Perlambatan inflasi AS masih menyisakan keraguan terkait kenaikan suku bunga The Fed berikutnya, tetapi para pejabat The Fed teguh mempertahankan sikap hawkish yang agresif.

Sentimen Konsumen AS Membaik Dolar AS Merangkak Naik

Laporan hari Rabu menunjukkan bahwa data inflasi konsumen AS tak mengalami pertumbuhan sama sekali pada bulan Juli 2022. Sehari berikutnya, data inflasi produsen AS bahkan dirilis -0.5 persen (Month-over-Month) untuk periode yang sama. Hal ini mengisyaratkan bahwa tekanan inflasi di Amerika Serikat benar-benar kian mengendur.

Seiring dengan penurunan tekanan inflasi, pasar mulai menggeser pandangan mereka tentang jalur pengetatan moneter The Fed. Makin banyak trader memperkirakan The Fed hanya akan menaikkan suku bunga sebanyak 50 basis poin pada rapat FOMC bulan September mendatang, alih-alih 75 basis poin yang diperkirakan sebelumnya. Tapi, perkiraan ini pun belum tentu terealisasi.

Para pejabat The Fed beramai-ramai menyampaikan kesiapan untuk terus menaikkan suku bunga secara agresif. Komentar terbaru dari Presiden The Fed San Fransisco, Mary Daly, mengekspresikan bahwa bank sentral AS masih mempertahankan pandangan yang sama dengan sebelum rilis data inflasi tersebut. Daly mengungkapkan pada hari Kamis bahwa kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin pada September itu “masuk akal”, tetapi ia dapat menyetujui “rate hike” dalam jumlah lebih besar jika data-data memungkinkan.

Baca Juga:   GBP / USD Tergelincir Lebih Rendah Setelah Data AS

“Sepertinya terlalu dini untuk mengharapkan penurunan yang signifikan dalam inflasi inti (sewa dan gaji tetap tinggi),” kata analis dari ING, “Berarti bahwa inflasi inti bisa kembali ke rekor tertinggi dalam siklus ini pada 6.5 persen year-on-year seiring dengan kita memasuki kuartal keempat.”

Di saat yang sama, Amerika Serikat memiliki prospek ekonomi lebih baik daripada sejumlah negara maju lainnya. AS menghadapi tantangan ekonomi yang terbilang lebih ringan dibandingkan sejumlah kawasan lain, khususnya euro, sehingga mendukung apresiasi USD.

“Di samping ancaman Rusia dari harga energi, industri manufaktur Eropa sekarang harus menghadapi kondisi kemarau dan rendahnya tingkat air di (sungai) Rhine,” tambah ING, “Itu akan menjadi tantangan bagi pengiriman batu bara, di samping kargo lain, dan membuat harga pembelian gas alam Eropa tetap berada dekat rekor tertinggi. Faktor ini masih menjadi hal yang benar-benar negatif bagi euro.”

Berlawanan dengan situasi Eropa yang terus bergejolak, kondisi AS masih relatif tenteram kendati data-data telah menunjukkan perlambatan ekonomi selama dua kuartal beruntun. Hasil survei sentimen konsumen Michigan hari ini bahkan menunjukkan perbaikan dari 51.5 menjadi 55.1, atau lebih baik daripada estimasi konsensus yang hanya sebesar 52.5.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.