Selandia Baru Banting Setir, NZD/USD Tergelincir

Kurs NZD/USD membukukan kemerosotan paling parah dibandingkan mata uang mayor lain dalam perdagangan hari Rabu (10/7/2024), seusia pengumuman suku bunga Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Dolar Selandia Baru bahkan sempat terperosok sekitar 1 persen terhadap Dolar AS dan Dolar Australia.

Selandia Baru Banting Setir NZDUSD Tergelincir

RBNZ tadi pagi memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga pada 5.5 persen, sama seperti bulan lalu. Namun, mereka menambahkan pernyataan yang bersifat jauh lebih dovish dibandingkan sebelumnya.

RBNZ memaparkan bahwa mereka memperkirakan “inflasi utama akan kembali ke dalam rentang target antara satu sampai tiga persen pada paruh kedua tahun ini”. Kemudian suku bunga juga “akan dikurangi dari waktu ke waktu sesuai dengan ekspektasi penurunan dalam tekanan inflasi”.

Pernyataan-pernyataan RBNZ tersebut mengiaskan kesiapan untuk memangkas suku bunga dalam tahun 2024 ini. Padahal mereka sebelumnya sempat mengisyaratkan akan menunda penurunan suku bunga sampai tahun 2025. Perubahan drastis ini memicu aksi jual yang masif atas Dolar Kiwi.

“RBNZ mengejutkan pasar dengan komunikasi yang cenderung dovish karena mempertahankan suku bunga pada 5.50 persen. Kami berpikir bahwa kurangnya data untuk kuartal kedua akan mendukung pengulangan sikap hawkish, tapi Bank Sentral itu menunjukkan keyakinan yang lebih besar terhadap disinflasi,” kata Francesco Pesole, analis di ING Bank.

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 01/03/2022 - HOTEL INDONESIA NATOUR BERIKAN BANTUAN PERALATAN SEKOLAH DI DAERAH SERANG

ING berpendapat sekarang ada prospek untuk pemangkasan suku bunga RBNZ sebanyak dua kali dalam tahun ini. Di saat yang sama, para pakar mengingatkan masih ada kemungkinan inflasi melonjak lagi dalam data-data mendatang.

RBNZ telah memperkirakan tingkat inflasi tahunan akan turun dari 4 persen sampai 3.6 persen. Jika data inflasi Selandia Baru pekan depan ternyata sesuai atau lebih lambat dari perkiraannya, kurs NZD/USD dapat melemah lebih lanjut. Di sisi lain, ada peluang rebound bagi NZD jika data inflasi lebih tinggi dari ekspektasi.

“Kami pikir reaksi (NZD) tersebut dapat dimengerti mengingat banyaknya penilaian dovish dalam siaran pers dan ringkasan catatan rapat (RBNZ),” kata Sharon Zollner, kepala ekonom di ANZ, “(Namun) data akan menentukan: Data CPI minggu depan akan menjadi lebih penting untuk prospek suku bunga dibandingkan semua yang diungkapkan RBNZ hari ini.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.