Saham Asia Lebih Rendah Outlook Goldman Pares Cina, Nikkei Turun 0,21%

Sebagian besar saham Asia diperdagangkan lebih rendah Senin setelah Goldman Sachs menurunkan prospek pertumbuhan untuk China.

Dalam perdagangan Asia Senin, Nikkei 225 Jepang turun 0,21% bahkan USD / JPY main mata dengan level tertinggi dalam dua minggu. Greenback mendapat tawaran terhadap yen Senin setelah partai politik berkuasa Jepang melesat menuju kemenangan mudah dalam pemilihan Majelis Metropolitan Tokyo pada hari Minggu.

Hong Kong Hang Seng turun 1,48% sedangkan Shanghai Composite anjlok 2,12% setelah Goldman Sachs memangkas perkiraan untuk 2013 pertumbuhan PDB China menjadi 7,4% dari 7,8%, mengutip kebijakan moneter ketat dan indikator ekonomi kendur.

Hanya manufaktur indeks pembelian manajer ‘awal HSBC lat minggu China jatuh ke 48,3 pada Juni dari 49,2 pada Mei karena pesanan baru menurun, menunjukkan bahwa perlambatan manufaktur memburuk. Cina adalah pasar ekspor terbesar Australia.

Tidak mengherankan, kelemahan dalam saham China menekan saham Australia. Australia S & P / ASX 200 turun 1,5% sebagai kelemahan di bidang jasa keuangan dan saham material membebani saham di sana. China adalah mitra ekspor terbesar Australia.

Baca Juga:   Dolar Kembali Turun Terhadap Mata Uang Safe-Haven Ketika Virus Menyebar

Selandia Baru NZSE 50 adalah salah satu titik terang tunggal Asia Pasifik, memperoleh 0,1%. Itu adalah sesuatu yang mengejutkan seperti Selandia Baru juga menghitung China sebagai mitra dagang terbesarnya.

Kospi Korea Selatan turun 0,62% setelah Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan Rabu bahwa bank bisa mulai memperlambat program USD85 pembelian obligasi miliar per bulan pada akhir tahun 2013 dan angin turun sepenuhnya pada pertengahan 2014 jika ekonomi mengambil sebagai bank sentral mengharapkan.

Korea Selatan, ekonomi terbesar keempat Asia, telah mengidentifikasi yen lemah dan QE meruncing karena risiko utama yang dihadapi ekonomi.

Straits Times Index Singapura turun 0,63% sementara S & P 500 futures turun 0,35%. Indeks acuan AS kehilangan hampir 2,5% pekan lalu.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tagged with:

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.