Ritel Inggris Laris, GBP/USD Mengerem Imbas Pengumuman BoE

Pound Sterling sempat terpukul cukup dalam karena pengumuman Bank of England (BoE) kemarin mengisyaratkan pemangkasan suku bunga pada bulan Agustus. Namun, rilis data penjualan ritel dan beberapa laporan ekonomi Inggris lain pada hari Jumat ini (21/6/2024) mengerem kemerosotan Sterling. GBP/USD bertahan pada kisaran 1.2645 saat berita ditulis, sementara upaya rebound EUR/GBP tertahan di bawah 1.2650-an dan GBP/JPY mempertahankan posisi dekat 201.00.

Ritel Inggris Laris GBPUSD Mengerem Imbas Pengumuman BoE

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan penjualan ritel Inggris naik +2.9 persen (month-over-month) pada Mei 2024. Pertumbuhan tersebut mengungguli estimasi konsensus, sekaligus berhasil menebus kemunduran -1.8 persen pada periode April. Penjualan ritel inti juga laris manis dengan pertumbuhan +2.9 persen pada Mei 2024, setelah membukukan -1.4 persen pada April.

Laporan ekonomi lain dari S&P Global menunjukkan situasi yang relatif lebih baik pada bulan Juni 2024. Indeks Manajer Pembelian (PMI) untuk sektor manufaktur Inggris tercatat meningkat dari 51.2 menjadi 51.4, mengungguli perkiraan konsensus. PMI untuk sektor jasanya menurun dari 52.9 menjadi 51.2, tetapi skor di atas ambang 50.0 menandakan iklim bisnis tetap ekspansif.

Baca Juga:   Data Ekonomi AS Fantastis, Dolar Merajai Pasar

GfK secara terpisah melaporkan pula bahwa Indeks Keyakinan Konsumen Inggris naik tiga poin ke -14. Ini merupakan kenaikan untuk bulan ketiga berturut-turut, menandakan masyarakat semakin optimistis terhadap perekonomian Inggris ke depan.

“Penguatan pertumbuhan upah riil yang didorong oleh penurunan inflasi kembali meningkatkan kepercayaan konsumen (Inggris) pada bulan Juni. Hal ini akan menjaga perekonomian tetap bertumbuh sepanjang tahun ini,” kata Rob Wood, Kepala Ekonom Inggris di Pantheon Macroeconomics.

Serentetan rilis data terbaru ini menunjukkan situasi ekonomi Inggris lebih baik daripada perkiraan pasar. Meskipun beberapa data inflasi Inggris melambat belakangan ini, tingkat konsumsi yang tetap kuat dapat memaksa Bank of England (BoE) untuk berpikir dua kali sebelum menurunkan suku bunga pada Agustus.

“Penjualan ritel telah bangkit kembali. Dengan inflasi yang turun ke target Bank Sentral pada tingkat 2 persen, kepercayaan konsumen berada pada level tertinggi sejak November 2021 dan peningkatan volume penjualan ritel sebesar 2.9 persen, aktivitas konsumen meningkat,” kata Tom Youldon, seorang mitra di McKinsey & Company.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.