analisaforex

Reli Poundsterling Dikhawatirkan Sudah Berlebihan

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang GBP/USD bergerak sideways pada rentang tertinggi multi-tahun baru yang tercapai kemarin. Pelaku pasar agaknya mulai mengevaluasi ulang apakah posisi pound saat ini sudah sesuai atau justru telah berlebihan. Sejumlah analis menilai valuasi pound sekarang terlalu mahal dibandingkan kondisi fundamental yang melatarbelakanginya.

Reli Poundsterling Dikhawatirkan Sudah Berlebihan

Poundsterling merupakan salah satu mata uang berkinerja terbaik tahun ini. Kenaikannya sangat pesat, terutama dibandingkan USD dan EUR. Sejumlah faktor mendukungnya, seperti kesuksesan program vaksinasi Inggris dan berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga negatif bank sentral. Akan tetapi, analis dari HSBC mengatakan mata uang ini menghuni level yang berada jauh di atas faktor-faktor fundamentalnya.

“Jangkauan GBP melebihi genggamannya,” kata Dominic Bunning, seorang pakar strategi dari HSBC, “Dalam pandangan kami, momentum kenaikan itu tidak layak dari perspektif valuasi. Pergerakan dalam GBP telah jauh melampaui faktor-faktor lain yang biasanya berhubungan dengan keunggulan mata uang.”

Analis HSBC menyebutkan tiga faktor yang membuat pound kemungkinan sudah terlalu mahal. Pertama, pemulihan ekonomi Inggris masih sama lambannya dibandingkan beberapa kawasan lain seperti AS dan Zona Euro.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 12/02/2020 - BUKIT ASAM TERAPKAN MANAJEMEN ANTI SUAP ISO 37001:2016

Kedua, tingkat bunga forward AS telah meningkat tahun ini, tetapi kenaikannya hanya selaras dengan apa yang terjadi di negara G10 lain, khususnya AS. Dilihat dari pentingnya tingkat bunga bagi pasar forex, faktor ini juga sebenarnya tidak mendukung reli pound. Ketiga, ekuitas Inggris masih lesu, sehingga menandakan bahwa arus dana masuk ke bursa sahamnya bukanlah dana asing yang dapat mendongkrak kinerja GBP.

“Bagi sebuah mata uang, bahaya jangkauan yang berlebihan bukanlah akan mencapai surga, melainkan Anda akan terjatuh kembali ke realita ketika momentumnya memudar,” imbuh Bunning.

Beberapa analis lain sepakat. Antara lain Jeremy Stretch dari CIBC Capital Markets yang mengatakan, “Sterling terus melanjutkan reli cemerlangnya, menembus 1.42 vs USD dan 0.86 pada EUR/GBP. Yang terakhir itu kabarnya berhubungan dengan penjualan terkait options. (Tapi) pergerakan sebagian besar cross Sterling belakangan ini memanjang lebih jauh ke teritori overbough/oversold, menandakan sejumlah kehati-hatian diperlukan dalam jangka pendek.”

“Reli pada cross GBP baru-baru ini brutal. Saya tetap bearish (moderat) pada USD, tetapi reli pada sterling tampak berlebihan dan memperhitungkan terlalu banyak ekspektasi positif (COVID). Kita semestinya tidak melupakan beban struktural karena (dampak) brexit,” ungkap Vasileios Gkionakis dari Lombard Odier & Co.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply