Reli Pada Kripto Terulang Lagi, Analis Mengingatkan Adanya Risiko Jebakan

Pada awal tahun 2023, pasar kripto terlihat berkembang pesat. Ini dibuktikan dengan harga bitcoin mencapai level di atas USD 20.000 selama beberapa hari terakhir.

Menurut tim analis Toko Crypto market ini mendapatkan dorongan dari indeks dollar (DXY) yang mulai mendingin. Terlebih, data inflasi AS tercatat positif menjaga laju crypto lebih tinggi dalam laporan CPI yang rilis pekan lalu.

Data yang tercatat dari inflasi AS diumumkan mengalami penurunan sesuai dengan prediksi. Penurunan yang dialami oleh inflasi AS sebesar 6,5%.

Adanya laju inflasi yang lebih lambat dapat membukakan jalan bagi The Fed supaya menurunkan laju kenaikan suku bunga. Laju kenaikan suku bunga yang mulanya sebesar 50 bps turun menjadi 25 bps pada bulan Desember 2022.

Semenjak harga bitcoin naik menuju level tertinggi pada 12 Januari dan merupakan puncaknya. Investor yakin bahwa USD 15.600 merupakan titik bawah terbaru BTC.

“Kenaikan yang terjadi pada harga BTC berhasil memompa kapitalisasi pasar crypto secara keseluruhan”. Peningkatan ini hampir menyentuh USD 1 triliun.

Baca Juga:   CEO PayPal Meminta Industri Cryptocurrency Bekerja Sama Dengan Para Regulator

Adanya kenaikan kapitalisasi pasar crypto membuat kepercayaan diri investor bertambah. Dengan begitu sentimen market akan kembali positif, jelas tim riset Toko Crypto.

Sedangkan pada sisi lain, terdapat kenaikan dari Fear Greed Index yang sukses menyentuh level 45. Pencapaian market yang terjadi pada pekan lalu bisa dilabeli sebagai “green weekend”.

Alasannya karena semua aset crypto mengalami kenaikan signifikan. Termasuk bitcoin dan altcoin di penutup kandil mingguannya.

Munculnya Ancaman Bull Trap

Menurut analisis teknikal, bitcoin telah masuk ke dalam zona resistensi pada kisaran angka USD 21.000. Meskipun begitu masih ada ancaman bull trap yang harus diwaspadai oleh investor.

Munculnya tekanan beli tinggi merupakan salah satu faktor kenaikan harga kripto yang meluas. Hal ini bisa dilihat dari kenaikan Relative Strength Index (RSI) yang sukses mencapai level 50.

Disisi lain, tim riset Toko Crypto menyaksikan dari RSI, BTC menunjukkan sinyal overbought menuju level di bawah 50. Sinyal ini berfungsi untuk memproyeksikan harga BTC yang kembali terkoreksi.

Baca Juga:   Analisis Teknis XTZ: Downtrend Menguji Ulang $ 3

Perlu diketahui bahwa overbought sering terjadi pada market kripto baik Bitcoin dan sejenisnya. Peristiwa ini akan timbul setelah harga aset mencapai reli panjang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.