Reli Euro Tersokong Oleh Dinamika Bursa Saham Dunia

Kurs EUR/USD bertengger pada kisaran 1.1450 dalam perdagangan hari Kamis (13/1/2022) meskipun tanpa adanya katalis besar dari benua Eropa. Dua faktor berperan penting menyokong reli euro, yakni pelemahan dolar AS yang berlangsung sepanjang pekan ini serta perubahan dinamika di bursa saham dunia.

Reli Euro Tertolong Oleh Dinamika Bursa Saham

Trader dan investor sudah mulai mawas terhadap dolar AS ketika Ketua The Fed Jerome Powell menghindari pernyataan hawkish dalam testimoninya di awal pekan. Sebagian kewaspadaan berubah menjadi aksi jual setelah rilis data inflasi konsumen AS kemarin tak menunjukkan pertumbuhan harga-harga yang melebihi ekspektasi pasar. Data-data hari ini semakin mengonfirmasi perubahan tren dolar AS tersebut, sehingga aksi jual greenback marak di pasar forex.

“Secara taktikal, kombinasi momentum dan penyesuaian portofolio dapat memandu pasangan (EUR/USD) ke 1.15. Ini cerita yang sama dengan GBP/USD di mana basis posisi short yang cukup besar mulai menyusut,” kata Kenneth Broux, pakar strategi di Societe Generale.

Ia menambahkan, “Satu faktor lain yang berkontribusi pada aksi ambil untuk dalam dolar bisa jadi penurunan eksposur pada saham-saham teknologi AS, serta peralihan (dana investor) ke indeks dan wilayah yang lebih menarik daripada indeks dan wilayah yang berbobot teknologi.”

Baca Juga:   Pasca GDP, Indeks Dolar Beranjak Dari Level Terendah Satu Bulan

Analis dari CitiFX mendaftar lebih banyak alasan di balik pelemahan USD. Pertama, rotasi sektor dan negara dalam ekuitas. Kedua, mayoritas posisi trading USD masih long versus mata uang G10 dan negara berkembang, sehingga membatasi ruang bagi penguatan lanjutan USD. Ketiga, kenaikan harga minyak mentah mendorong penguatan kurs mata uang eksportir energi terhadap USD.

Mazen Issa, pakar strategi senior dari TD Securities, menyampaikan pesan senada tentang pengaruh bursa saham terhadap EUR/USD. Namun, ia juga menambahkan sejumlah peringatan.

“Kami pikir status carry (Euro) yang inferior dan outlook kebijakan The Fed yang ketat, termasuk Quantitative Tightening tahun ini, masih membuat aksi mengincar kenaikan (EUR/USD) cukup elusif dan prematur saat ini,” kata Issa, ” (Tapi) Kami pikir kinerja ekuitas secara relatif akan menjadi penanda untuk membentuk EUR/USD pada akhir tahun ini, khususnya karena kesenjangan sikap kebijakan (bank sentral) dapat membuat aset-aset berisiko Eropa menjadi lebih menarik.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply