analisaforex

Reli EUR/USD Dibayangi Sengketa Anggaran Uni Eropa

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang EUR/USD merangsek ke rekor tertinggi tiga bulan dan menduduki level 1.1948 pada sesi New York hari ini (27/11). Meski demikian, euro terancam berbalik bearish jika Uni Eropa gagal meloloskan anggaran jangka panjangnya yang memuat bantuan penanggulangan pandemi COVID-19 bagi negara-negara anggota.

Reli EUR/USD Dibayangi Sengketa Anggaran Uni Eropa

Polandia dan Hungaria terus mempermasalahkan persyaratan hukum yang menyertai rencana bantuan pemulihan ekonomi Uni Eropa, sehingga menghalangi pengesahan proposal anggaran jangka panjang. Risiko ini belum sepenuhnya diperhitungkan oleh pelaku pasar, karena para pemimpin Uni Eropa telah mengekspresikan keyakinan untuk tercapainya solusi pada pertemuan Dewan Eropa pada bulan Desember mendatang.

Apabila solusi benar-benar tercapai bulan depan, anggaran bisa langsung diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2021. Ada pula solusi sementara di mana bantuan pemulihan Uni Eropa disahkan secara terpisah dengan anggaran jangka panjang. Namun, risiko kebuntuan dalam masalah ini masih membayangi spekulasi pasar. Apalagi Single Currency semakin mendekati ambang teknikal penting.

“Uni Eropa bisa maju terus via suara mayoritas anggotanya, setidaknya untuk dana virus Corona EUR750 Miliar. Tetapi itu akan membuat Uni Eropa beroperasi dengan anggaran darurat bulanan, bukannya sesuatu yang lebih ekspansif ke depan,” kata Michael Every, pakar strategi global di Rabobank.

Baca Juga:   Yen Melemah Setelah Data Harga, Komentar Yellen Pada Suku Bunga

“EUR/USD melaju lebih tinggi lagi hari ini karena sentimen risk-on terus membangun momentum lintas semua pasar,” kata Peter Garnry, kepala strategi ekuitas Saxo Bank, “Jika rekor tertinggi dari kemarin pada 1.1941 bisa ditembus, maka level psikologis 1.2000 menunggu trader.”

Sengketa anggaran Uni Eropa ini terutama berisiko memengaruhi pengambilan kebijakan bank sentral Eropa (ECB). ECB telah mengantisipasi perlunya menambah EUR750 miliar untuk program quantitative easing-nya dalam rangka mendukung dana pemulihan Uni Eropa, sehingga mengumumkan rekalibrasi program pada rapat kebijakan Oktober lalu. Tapi jika dana pemulihan batal disahkan dan rekalibrasi terusik, ECB bisa jadi bakal kembali melirik suku bunga sebagai instrumen kebijakan berikunya.

“ECB tidak membutuhkan EUR yang lebih kuat, tetapi (membutuhkan) para pemimpin Uni Eropa untuk mengirim Dana Pemulihan UE,” kata Philip Wee, pakar strategi dari DBS Group, “Terlepas dari respons kebijakan yang luar biasa, kondisi moneter keseluruhan di Eropa belum melonggar… mandat stabilitas harga-nya akan menuntut ECB untuk menyelesaikan kondisi keuangan yang ketat dari tingkat suku bunga riil (paling ketat dalam 12 tahun) melalui inflasi negatif dan nilai tukar riil euro yang lebih kuat (paling ketat sejak Januari 2010).”

Baca Juga:   Harga Minyak Secara Luas Stabil Karena Data Inventaris Mendukung Harapan Kesepakatan Perdagangan

Ulrich Leuchtmann dari Commerzbank menyampaikan pendapat senada. Katanya, “Ancaman pemangkasan suku bunga bisa jadi tetap aktif untuk sementara ini. ECB membutuhkan ancaman ini agar mampu membatasi potensi apresiasi cepat EUR yang berlebihan. Karenanya, kami menilai apresiasi EUR yang sangat signifikan tidak akan berkelanjutan. Jika memang (apresiasi EUR) terjadi, itu akan langsung diakhiri dengan pemangkasan suku bunga ECB.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply