analisaforex

Reli Dolar Terhenti Jelang Debat Capres Amerika Serikat

Afiliasi IB XM Broker

Indeks dolar AS (DXY) sempat terperosok ke kisaran 94.15 dalam perdagangan hari Senin (19/9) sehubungan dengan bangkitnya minat risiko di pasar ekuitas. Menjelang akhir sesi New York, Greenback masih mencatat pelemahan sekitar 0.25 persen pada level 94.30-an. Pelaku pasar kini menyoroti potensi risiko yang muncul dari data-data ekonomi dan politik AS.

Reli Dolar Terhenti Jelang Debat Capres Amerika Serikat

Reli dolar AS selama sepekan lalu terutama terjadi karena meningkatnya sentimen risk-off di tengah lonjakan kasus virus corona di benua Eropa. Selain itu, kenaikan yield obligasi AS juga turut berkontribusi. Walaupun sentimen risiko pasar global sudah mulai pulih kembali, masih ada basis yang cukup kuat bagi kelanjutan reli dolar AS ke depan.

“Kenaikan dolar merefleksikan pelepasan posisi (short pada dolar). Ada dua penggerak utama, kenaikan yield riil obligasi AS dan perdagangan risk-off,” ujat Tatsuya China, manajer perdagangan forex di Mitsubishi UFJ Trust Bank.

Reuters melaporkan yield obligasi AS yang bertautan dengan inflasi, yang juga dikenal dengan istilah yield riil, telah menanjak nyaris 20 basis poin dari rekor terendah yang tercapai pada awal bulan ini. Para trader mencatat adanya korelasi yang sangat kuat antara yield riil AS dengan dolar dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga:   Dolar Memulai Minggu Dengan Penurunan, Namun Kerugian Dibatasi Oleh Penundaan Pertemuan AS - China

Sementara itu, data US Commodity Futures Trading Commission (CFTC) mengindikasikan besarnya potensi reli dolar AS lagi karena para spekulan masih memegang posisi short dolar AS dengan volume tertinggi dalam hampir sepuluh tahun terakhir. Sebagai perbandingkan, posisi long euro justru bertambah makin banyak pada sepekan lalu -sehingga membuka potensi koreksi yang makin dalam.

“Kita perlu waspada terhadap euro yang lebih lemah karena pelepasan posisi long euro. Kita (juga) punya banyak kekhawatiran di Eropa, termasuk kenaikan infeksi virus corona di Prancis dan lain-lain, upaya para pengambil kebujakan ECB untuk menekan euro, dan brexit,” kata Makoto Noji, Kepala Pakar Strategi Mata Uang di SMBC Nikko Securities.

Pekan ini, isu pemilu presiden AS akan mulai naik panggung. Pelaku pasar bakal menyoroti janji-janji para kandidat dalam debat yang diadakan hari Selasa. Pada hari Minggu lalu, New York Times melaporkan bahwa petahana Presiden Donald Trump membayar sangat sedikit pajak selama bertahun-tahun gegara konglomerasi bisnisnya menderita kebangkrutan. Untuk sementara ini belum diketahui bagaimana efek laporan tersebut terhadap elektabilitas para kandidat capres dan opini pasar.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply