analisaforex

Reli Dolar Australia Terhambat Lockdown COVID-19 Di Victoria

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang AUD/USD terpantau lesu sejak awal pekan ini. Pergerakan cenderung sideways dalam rentang sempit di bawah ambang 0.7000. Situasi ini telah terjadi sejak pihak berwenang melaporkan peningkatan jumlah kasus infeksi virus Corona (COVID-19) dari klaster yang belum diketahui dengan jelas.

Reli Dolar Australia Terhambat Lockdown COVID-19 Di Victoria

Premier Victoria, Daniel Andrews, mengumumkan pemberlakukan lockdown lagi untuk “zona-zona panas” dalam negara bagian tersebut mulai tanggal 1 Juli besok. Pengumuman berkaitan dengan temuan 281 transmisi infeksi virus Corona yang dicurigai belum diketahui asal-muasalnya. Sejumlah pihak mencurigai lonjakan kasus diakibatkan oleh program karantina yang tidak efektif atau dibukanya kembali sekolah-sekolah.

“Sebagai hasil dari tes genomic, Kepala Petugas Kesehatan hari ini memberitahu Pemerintah bahwa sejumlah kasus kita antara akhir Mei dan awal Juni dapat dihubungkan dengan kebocoran kontrol infeksi dalam program karantina hotel,” kata Daniem Andrews, “Zona-zona panas ini akan diminta untuk kembali ke pembatasan Tinggal Di Rumah Tingkat 3 -setidaknya sampai 29 Juli.”

Sebelum pengumuman ini disampaikan, AUD sempat menanjak ke rekor tertinggi harian pada level 0.6912. Tapi reli terhenti seiring pelaku pasar mmpertimbangkan konsekuensi finansial dari pemberlakukan kembali peraturan lockdown.

Baca Juga:   Yuan, Aussie Merangkak Karena Pasar China Tersandung Ketakutan Virus

“Reli AUDUSD kehabisan energi pada 0.6890 sebelum berbalik ke level pembukaan hari Senin sekitar 0.6860. Sesi dimulai dengan catatan kokoh karena berita bahwa keuntungan industri China berbalik positif pada bulan Mei. Tapi itu tidak dapat menutupi lonjakan kasus virus Corona di Victoria, negara bagian berpopulasi terbesar kedua (di Australia),” kata Philip Wee, seorang pakar strategi dari DBS Group Research.

Sementara itu, pelaku pasar juga mewanti-wanti eskalasi ketegangan dalam hubungan AS dan China. Amerika Serikat sudah mulai mencopot perlakukan khusus yang dimiliki Hong Kong sebagai bagian dari sanksi yang dijatuhkan kepada China karena dianggap membungkam aksi pro-demokrasi di kawasan dua sistem itu. Padahal Hong Kong selama ini menjadi pintu masuk ekspor, impor, dan investasi asing ke China.

“Dalam pandangan kami, ada risiko bagi CNH, AUD, dan NZD untuk melemah jika pemerintah China merespons pengumuman AS,” kata Kim Mundy dari Commonwealth Bank of Australia (CBA).

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply