Reli Dolar AS Tersendat Pasca Rilis Data ADP

Reli Indeks dolar AS (DXY) terpantau macet dekat ambang 104.00 pada awal sesi New York hari Rabu (6/12/2023). Performa greenback dalam pasangan-pasangan mata uang mayor juga tidak stabil; AUD/USD melesat sedangkan EUR/USD melempem. Prospek dolar AS sebenarnya tetap bullish seiring dengan terus berkembangnya spekulasi suku bunga berbagai negara utama, tetapi rilis data ekonomi AS menumbuhkan keraguan.

Reli Dolar AS Tersendat Pasca Rilis Data ADP

Nilai tukar Dolar AS kemarin menguat terhadap berbagai mata uang mayor lain lantaran spekulasi suku bunga acuan Eropa dan Australia yang lebih rendah tahun depan. Namun, pelaku pasar sebenarnya juga terus memperhitungkan prospek penurunan suku bunga The Fed.

Data pasar terkini memperhitungkan peluang 85 persen untuk penurunan suku bunga ECB pada Maret 2024. Di sisi lain, ada peluang sekitar 60 persen untuk penurunan suku bunga The Fed pada kurun waktu yang sama. Hal ini mengisyaratkan bahwa pasar akan mudah bergejolak apabila dihadapkan pada data-data baru yang mengubah prospek suku bunga ke depan.

Sejumlah pakar berpendapat spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed saat ini sudah kebablasan, mengingat The Fed masih terus menegaskan niat untuk mempertahankan tingkat bunga yang tinggi. Federal Reserve kemungkinan baru akan merealisasikan pemangkasan suku bunga itu pada kuartal kedua atau ketiga tahun depan, dengan skala lebih kecil daripada perkiraan pasar saat ini. Akan tetapi, pasar akan membutuhkan laporan atau data ekonomi yang mengonfirmasi opini tersebut.

Baca Juga:   Outlook Mingguan AUDUSD : 2- 6 September

Sayangnya, beberapa laporan ekonomi dari negeri Paman Sam kurang menggembirakan. Sejumlah laporan ketenagakerjaan AS belakangan ini mengisyaratkan data Nonfarm Payroll (NFP) pada hari Jumat kemungkinan meleset dari perkiraan, antara lain data ADP Nonfarm Employment Change, Subindeks Ketenagakerjaan dalam laporan PMI Nonmanufaktur AS, serta Lowongan Kerja JOLTs.

Automatic Data Processing (ADP) melaporkan jumlah payroll swasta hanya bertambah 103k pada periode November 2023. Angka itu lebih rendah daripada ekspektasi pasar yang sebesar 130k maupun data bulan lalu yang mencapai 106k.

Subindeks Ketenagakerjaan dalam laporan PMI Nonmanufaktur AS kemarin hanya mencapai 50.7, padahal konsensus mengharapkan kenaikan sampai 51.4. Sementara itu, data Lowongan Kerja JOLTs merosot dari 9.350 juta menjadi 8.733 juta pada periode Oktober 2023.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.