Proyeksi Ekonomi Suram Menenggelamkan Pound Sterling

Aksi jual melanda pound sterling pada sesi Eropa dan New York hari ini (3/11/2022). GBP/USD amblas lebih dari dua persen sampai 1.1164 saat berita ini ditulis, sedangkan EUR/GBP melambung sekitar 1.3 persen sampai mencetak rekor tertinggi dalam lebih dari sepekan. Situasi tragis ini terjadi lantaran pengumuman suku bunga Inggris yang justru bernada sangat pesimistis.

Proyeksi Ekonomi Inggris Menenggelamkan Pound Sterling

Bank sentral Inggris (BoE) tadi sore menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin ke tingkat 3.0 persen, serta mengungkapkan niat untuk menaikkan suku bunga lagi dalam bulan-bulan mendatang. Namun, mereka menegaskan tidak mungkin menaikkan suku bunga lagi setinggi yang diharapkan oleh pelaku pasar sebelumnya. Pasalnya, ancaman resesi yang sangat buruk tengah mengintai perekonomian Inggris.

Para ekonom BoE memperkirakan inflasi akan jatuh kembali ke 0 persen dalam tiga tahun, apabila BoE menaikkan suku bunga hingga 5.25 persen sesuai harapan pasar. Tetapi pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi Inggris akan terus merosot sepanjang 2023 hingga paruh pertama 2024. Dengan proyeksi seperti itu, BoE mengisyaratkan kenaikan suku bunga dalam jumlah lebih sedikit merupakan pilihan yang lebih baik.

Baca Juga:   BERITA SAHAM HARI SENIN 29/03/2021 - BANK QNB INDONESIA CATAT RUGI DI SEPANJANG TAHUN 2020

Proyeksi ekonomi Inggris saat ini saja sudah cukup buruk. BoE menurunkan proyeksi pertumbuhan dari -1.2 persen menjadi 1.9 persen untuk tahun 2023. Proyeksi tingkat pengangguran yang sebelumnya berada pasar 4.7 persen juga dikatrol menjadi 4.9 persen. BoE bahkan memperkirakan Inggris akan mengalami resesi terpanjang dalam sejarah, berlangsung selama delapan kuartal mulai akhir tahun ini.

“Proyeksi MPC (BoE) terbaru menandakan bahwa skenario dasar saat ini adalah siklus pengetatan (moneter) hampir berakhir,” kata Samuel Tombs, Kepala Ekonom Inggris di Pantheon Macroeconomics.

Barret Kupelian, ekonom senior di PwC, juga berkomentar, “Lebih mengkhawatirkan lagi, Bank (BoE) memperkirakan tak ada pertumbuhan dalam produktivitas tenaga kerja dan kejatuhan dalam investasi bisnis, semuanya membuat Inggris menjadi kurang atraktif sebagai tempat berbisnis. Persis karena kurangnya pertumbuhan, Bank memperkirakan tingkat pengangguran naik sampai mendekati 6.5 persen dalam kurun waktu tiga tahun.”

Proyeksi ini menempatkan perekonomian Inggris dalam situasi lebih buruk daripada perekonomian AS dan Zona Euro. Konsekuensinya, apabila proyeksi ekonomi Inggris yang dipaparkan oleh BoE ini akurat, tren bearish pound sterling kemungkinan bakal berlangsung dalam waktu jauh lebih lama.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.