Prospek Suku Bunga The Fed Surut, Dolar AS Hanyut

Indeks dolar AS (DXY) amblas lebih dari 1 persen sampai kisaran 109.70-an dalam perdagangan sesi New York hari Rabu (26/7/2022), menyusul penurunan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed mendatang. Sejumlah berita terbaru membuat para trader khawatir tingkat suku bunga The Fed tertinggi kelak tak sesuai dengan perkiraan pasar selama ini.

Prospek Suku Bunga The Fed Surut Dolar AS Hanyut

Sebuah laporan dari Wall Street Journal pada akhir pekan lalu mengungkapkan keinginan beberapa pejabat The Fed untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga mendatang. Hal itu mendorong pelaku pasar untuk memperhitungkan ulang ekspektasi suku bunga The Fed.

Kekhawatiran tentang prospek “Fed rate hike” semakin memuncak dalam pekan ini, karena beberapa publikasi data ekonomi baru terkait sektor konsumen AS kompak meleset dari ekspektasi. Meskipun konsensus mempertahankan proyeksi kenaikan suku bunga sebanyak 75 basis poin untuk rapat FOMC pekan depan, banyak orang berspekulasi The Fed akan menaikkan sebanyak 50 basis poin saja. Konsekuensinya, yield obligasi US Treasury amblas.

Yield obligasi US Treasury 10Y sempat mencapai level tertinggi multitahun pada 4.338% pada pekan lalu, tetapi kini telah jatuh sampai 4.069%. Seiring dengan penurunan yield, kurs dolar AS tertekan dalam semua pasangan mata uang mayor lain.

Baca Juga:   Swiss Franc Jatuh Ke 2 Minggu Terendah Di Tengah Perbincangan 'Koridor Perdagangan'

Para analis meyakini pergerakan korektif ini hanya bakal berlangsung sementara saja. Bias dolar tetap bullish, karena Federal Reserve hampir pasti mempertahankan sikap kebijakan yang cenderung hawkish hingga awal tahun depan.

“Pelemahan dolar secara luas dan penurunan lebih lanjut dalam yield US Treasury yang lebih ringan daripada kemarin tampaknya merefleksikan ilusi harapan untuk perubahan kebijakan The Fed pekan depan,” kata Derek Holt, kepala pasar modal di Scotia Economics, “(Tapi perubahan kebijakan The Fed itu) akan butuh waktu jauh lebih lama lagi.”

Rival-rival Greenback segera mengambil alih peluang untuk rebound. EUR/USD meloncatk lebih dari 1 persen untuk kembali ke atas ambang paritas. GBP/USD bahkan reli lebih dari 1.3 persen sampai rekor tertinggi sejak pertengahan September. USD/JPY saat ini juga terpuruk pada kisaran 146.35, padahal sempat nyaris mengetuk ambang 152.00 pada akhir pekan lalu.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.