analisaforex

Poundsterling Melonjak Berkat Rebalancing Akhir Periode

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang GBP/USD melonjak secara mengejutkan sekitar 0.7 persen ke kisaran 1.2392 dalam perdagangan hari ini (1/7), padahal data GDP Inggris direvisi turun. Penguatan Pound didukung oleh rebalancing portofolio akhir periode oleh para manajer lembaga keuangan terkemuka, serta kedaluwarsa kontrak options dalam jumlah besar.

Poundsterling Melonjak Berkat Rebalancing Akhir Periode

“Pasar sekarang meloncak dengan kuat karena fokus ebralih ke arus seputar kedaluwarsa dua option EUR/USD dan (rebalancing portofolio) akhir bulan/kuartal/akhir tahun. Penyelesaian permintaan EUR/GBP akhir bulan dan ekstensi resistance garis tren pada 0.9170-an telah mengalami perlintasan untuk sementara ini, hal mana cukup mendukung GBP juga,” papar Erik Bregar, pimpinan pakar strategi forex di Exchange Bank of Canada.

Terlepas dari itu, outlook Poundsterling untuk jangka menengah dan panjang tetap lemah. UK Office for National Statistics (ONS) menyatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2020 tercatat -2.2 persen (Quarter-over-Quarter), direvisi turun dari -2.0 persen dalam laporan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi tahunan juga tercatat -1.7 persen, lebih buruk ketimbang data preliminer. Padahal dampak lockdown diperkirakan terus berlanjut hingga kuartal kedua.

Baca Juga:   USD / CHF Naik Karena Pasar Mencerna Pernyataan Mengejutkan SNB

“Secara teoritis, belanja rumah tangga bisa rebound hingga melampaui pendapatan untuk sementara waktu, jika konsumen menarik akumulasi simpanan tambahan selama lockdown. Tapi dengan keyakinan konsumen kemungkinan tetap tertekan oleh wabah COVID-19 lokal reguler dan peningkatan pengangguran, kami memperkirakan tingkat simpanan rumah tangga tetap berada di atas tingkat pra-COVID, (sehingga) membatasi (prospek) pemulihan ekonomi,” ungkap Samuel Tombs, kepala ekonom Inggris di Pantheon Economics.

Trader dan investor juga terus menyoroti perkembangan dalam negosiasi dagang antara Inggris dan Uni Eropa yang berkepanjangan. Apabila negosiasi gagal menghasilkan sebuah kesepakatan, bank sentral Inggris (BoE) dikhawatirkan bakal terpaksa me-negatif-kan suku bunganya. Padahal itu dapat memicu kejatuhan GBP yang lebih drastis, kemungkinan hingga pasangan mata uang EUR/GBP mencapai paritas.

“Walaupun itu bukan pandangan sentral kami, skenario ini dapat mendorong EUR/GBP kembali ke area 100,” kata Jane Foley dari Rabobank. Tapi ia mengakui bahwa peluang tersebut dipengaruhi pula oleh perbaikan sentimen terhadap Euro. Fundamental ekonomi Zona Euro kini dianggap lebih tangguh daripada Inggris berkat besarnya skala stimulus yang digelontorkan oleh bank sentral Eropa (ECB) dan tunjangan fiskal yang sedang dirancang oleh European Commission.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply