analisaforex

Pound Tumbang Gegara Perikanan Masih Jadi Batu Sandungan

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang GBP/USD mundur dari rentang tertinggi tiga bulannya pada kisaran 1.3400. Saat memasuki sesi New York hari ini (27/11), pound telah terkoreksi sampai 1.3348 dan sudah mencetak rekor terendah harian pada 1.3311. Situasi ini berhubungan dengan kekecewaan pasar terhadap minimnya terobosan baru dalam perundingan dagang Inggris-Uni Eropa.

Pound Tumbang Gegara Perikanan Masih Jadi Batu Sandungan

Tim negosiator Inggris dan Uni Eropa akan kembali menggelar diskusi tatap muka di London pada hari Sabtu besok dalam rangka memfinalisasi naskah kesepakatan dagang pasca-brexit. Akan tetapi, masalah akses penangkapan ikan ke perairan Inggris masih menjadi batu sandungan terbesar.

Laporan media mengatakan Uni Eropa telah memberikan tawaran untuk menyerahkan 15-18 persen dari kuota mereka saat ini kepada Inggris. Akan tetapi, Inggris agaknya menampik tawaran tersebut. Situasi tersebut menimbulkan kesangsian terhadap ekspektasi deal yang sebelumnya diharapkan dapat dicapai pekan ini.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tadi pagi juga menyampaikan kepada wartawan bahwa “(masih ada) perbedaan yang substansial dan penting untuk dijembatani” dengan Uni Eropa, tanpa memerinci masalah apa saja yang dimaksudnya. Meski demikian, kedua pihak sepertinya tetap bersilang pendapat dalam sejumlah hal krusial yang harus terselesaikan sebelum akhir masa transisi brexit pada 31 Desember mendatang. Absensi kemajuan apa pun dari meja perundingan berpotensi memicu reli bearish pada poundsterling.

Baca Juga:   Dolar Australia Datar dan Yen Berbalik Arah

“Semua alat dasbor jangka pendek (1-3 bulan) kami mendukung penjualan GBP,” kata Mark McCormick dari TD Securities dalam sebuah catatan yang dikirimnya kepada klien baru-baru ini,” Kami kira sebagian dari proses brexit itu sendiri sudah diperhitungkan (dalam nilai tukar GBP saat ini). Sebaliknya, perhitungan (kelancaran) brexit mungkin sudah terlalu berlebihan sekarang.”

Terlepas dari itu, reaksi pasar yang relatif minim di tengah ketidakpastian ini menandakan investor dan trader kemungkinan sudah semakin rileks menghadapi risiko “no-deal brexit”. Sejumlah pelaku pasar juga tetap optimis kedua kubu bakal mencapai kesepakatan pada detik-detik terakhir.

“Dengan pound mengalami penguatan terhadap euro selama beberapa bulan terakhir, jelas bahwa trader mengharapkan terobosan pada detik-detik terakhir atau telah mengambil sikap lebih santai terhadap apa yang dulu digembar-gemborkan sebagai skenario terburuk pada tahun 2016,” ungkap Joshua Mahony, analis pasar senior dari IG.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply