Pound Terangkat Oleh Data Inflasi Dan Komentar Bailey

Nilai tukar pound sterling menampilkan perlawanan kuat di pasar forex pada sesi New York (19/1/2022). GBP/USD sempat beranjak sekitar 0.3 persen ke level tertinggi harian pada 1.3649, sementara EUR/GBP amblas pada kisaran 0.8320-an. Dua faktor mendukung sterling saat ini, yakni rilis data inflasi terbaru serta pidato Gubernur BoE Andrew Bailey.

Pound Terangkat Oleh Data Inflasi Dan Komentar Bailey

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa laju inflasi bertumbuh 5.4 persen (Year-on-Year) pada Desember 2021, atau lebih pesat daripada estimasi pasar yang sebesar 5.2 persen. Ini merupakan rekor inflasi Inggris yang paling tinggi dalam tiga dekade terakhir. Inflasi inti juga melejit 4.2 persen dalam periode yang sama, meskipun konsensus sebelumnya memperkirakan pertumbuhan melambat dari 4.0 persen menjadi 3.9 persen.

Beberapa jam kemudian, Gubernur BoE Andre Bailey mengatakan kepada anggota parlemen Inggris bahwa pihaknya masih mengkhawatirkan arah inflasi Inggris serta selalu siap untuk mengambil tindakan guna mengendalikannya. Komentar tersebut mengukuhkan harapan pasar untuk kenaikan suku bunga BoE lanjutan pada awal Februari mendatang.

Baca Juga:   Pound Naik Dimana IMF Meningkatkan UK Forecast Lebih Dari G - 7 Negara

“Sebuah kenaikan suku bunga pada Februari sekarang tampak mungkin diumumkan oleh Bank of England,” kata Michael Hewson, Kepala Analis Pasar di CMC Markets.

Bailey lebih lanjut mengatakan bahwa agen regional melaporkan kemunculan bukti-bukti “efek inflasi babak dua”. Ini merupakan sinyal bahwa lonjakan inflasi di Inggris tak lagi disebabkan oleh faktor-faktor eksternal seperti kenaikan harga minyak dan gangguan pasokan global, melainkan juga oleh isu dalam negeri seperti pertumbuhan gaji dan pengetatan pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, inflasi akan dapat dikendalikan melalui kebijakan moneter bank sentral.

Pelaku pasar saat ini memperhitungkan sekitar 90 persen peluang untuk kenaikan suku bunga BoE pada Februari. Secara keseluruhan, proyeksi pasar mensinyalir BoE bakal meningkatkan suku bunga sedikit demi sedikit dari 0.25 persen sekarang menjadi 1.25 persen pada akhir tahun 2022. Namun, tak semua analis sepakat.

Sebagian analis menilai estimasi total kenaikan suku bunga BoE tahun ini sudah berlebihan. Realisasi “BoE rate hike” kemungkinan hanya sekitar 50 basis poin saja, atau setengah dari estimasi pasar sekarang. Konsekuensinya, potensi bullish pound sterling ke depan pun bakal terbatas atau malah menyusut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.