Pound Sterling Tersokong Kejutan Positif Data PMI Inggris

Pasangan mata uang GBP/USD pulih ke kisaran 1.2265 saat memasuki sesi New York (23/6/2022), meskipun sempat terperosok ke level terendah harian 1.2170. Sterling juga menekan euro kembali ke bawah ambang 0.8600. Penguatan sterling berkaitan dengan publikasi data Purchasing Managers’ Index (PMI) Inggris yang secara mengejutkan justru lebih positif daripada laporan bertopik sama dari kawasan Zona Euro dan Amerika Serikat.

Pound Sterling Tersokong Kejutan Positif Data PMI Inggris

Hasil survei preliminer Markit/CIPS menunjukkan bahwa skor PMI Manufaktur Inggris pada bulan Juni 2022 mengalami penurunan dari 54.6 menjadi 53.4, atau sedikit lebih buruk daripada ekspektasi konsensus yang sebesar 53.7. Namun, skor PMI Jasa dan Komposit ternyata mengungguli ekspektasi.

Skor PMI Jasa Inggris bertahan pada tingkat 53.4, atau lebih baik daripada ekspektasi konsensus yang sebesa 53.0. Skor PMI Komposit malah meningkat dari 51.8 menjadi 53.1, padahal konsensus sebelumnya memperkirakan penurunan sampai 52.6.

Angka-angka tersebut terbukti lebih kinclong ketimbang laporan PMI dari Jerman dan Prancis yang menunjukkan perlambatan lebih cepat daripada perkiraan para ekonom. Skor PMI Komposit Prancis hanya 52.8; jauh lebih rendah daripada perkiraan analis yang sebesar 56.0 maupun capaian 57.0 pada bulan lalu. Sedangkan skor PMI Komposit Jerman terpuruk pada 51.3; juga berada di bawah ekspektasi konsensus yang sebesar 53.1 dan data bulan lalu yang mencapai 53.7.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SELASA 27/10/2020 - IHSG SESI I DITUTUP MELEMAH 6,18 POIN KE LEVEL 5137,86

Data PMI Amerika Serikat versi Markit Economics tak kalah suramnya. Skor PMI Manufaktur AS merosot dari 57.0 sampai 52.4 pada bulan Juni 2022, atau jauh lebih buruk daripada perkiraan konsensus yang sebesar 56.0. Sedangkan sektor Jasa lengser dari 53.4 menjadi 51.6, meskipun konsensus mengharapkan peningkatan tipis sampai 53.5.

Rangkaian laporan ini tak terlalu berdampak pada posisi indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback dibanding enam mata uang mayor lain. DXY bertahan dalam rentang konsolidasi yang telah terbentuk sejak pekan lalu, karena tingginya permintaan safe haven di tengah kekhawatiran pasar terhadap risiko resesi. Namun, keunggulan data-data Inggris jelas menyokong posisi sterling di pasar forex dalam jangka pendek.

Pergerakan berikutnya kemungkinan akan dipengaruhi oleh testimoni lanjutan dari Ketua The Fed Jerome Powell malam ini, serta prospek kebijakan suku bunga dari bank-bank sentral utama. Selain itu, publikasi data penjualan ritel Inggris besok juga dapat mengusik posisi sterling.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.