Pound Sterling Terancam Data Inflasi Inggris Pekan Depan

Pound Sterling menguat cukup pesat dalam perdagangan pekan ini. GBP/USD menjangkau level tertinggi dalam hampir satu bulan terakhir, sementara EUR/GBP tertekan pada level terendah dalam sepuluh hari terakhir. Namun, energi Sterling kini menyusut di tengah kewaspadaan pasar menjelang rilis data inflasi Inggris pekan depan.

Pound Sterling Terancam Data Inflasi Inggris Pekan Depan

Beberapa rilis data ekonomi Inggris sepanjang minggu ini menunjukkan bahwa pertumbuhan upah lebih pesat dari perkiraan selama tiga bulan pertama tahun ini. Namun, data-data lain menunjukkan pelonggaran sedikit dalam pasar tenaga kerja Inggris.

Situasi tersebut mengunci ekspektasi pasar untuk pemangkasan suku bunga Bank of England (BoE) mulai Juni dengan probabilitas sekitar 55 persen. Sementara itu, pelaku pasar menunggu rilis data inflasi Inggris pada hari Rabu mendatang.

“Ekspektasi dasar kami masih berupa penurunan suku bunga (BoE) pada bulan Juni. Namun, kami mempertimbangkan bahwa penurunan signifikan dalam laju pembayaran gaji swasta dan laju inflasi jasa mungkin akan memakan waktu lama dan bahwa Komite Kebijakan Moneter (MPC) dapat menunda perubahan (suku bunga) ke bulan Agustus…” papar ekonom Investec dalam sebuah catatan yang dikutip oleh Reuters.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SELASA 13/10/2020 - WIKA SUNTIK DANA Rp645,83 MILIAR KE PSBI UNTUK DUKUNG PROYEK KERETA CEPAT

Megan Greene, Anggota MPC BoE, menegaskan pentingnya data inflasi ini dalam sebuah pidato yang disampaikan pada hari Kamis. Ia mengatakan Bank Sentral terus memperhatikan kelesuan pasar tenaga kerja, serta inflasi upah dan jasa sebagai indikator utama persistensi inflasi. Katanya, “Semua metrik ini saling terkait erat. Kelonggaran pasar tenaga kerja adalah pendorong utama pertumbuhan upah… pertumbuhan upah pada gilirannya berkontribusi terhadap inflasi jasa.”

Huw Pill, Kepala Ekonom BoE, pada hari Selasa juga mengungkapkan bahwa bank sentral dapat mempertimbangkan pemangkasan suku bunga pada musim panas. Namun, keputusan akhirnya tergantung pada data-data yang akan datang.

Bank investasi terkemuka Barclays memperkirakan inflasi jasa akan tercatat sebesar 1.1 persen (month-over-month) dalam laporan pekan depan. Sementara itu, inflasi tahunan melambat dari 6.0 persen menjadi 5.4 persen.

“Inflasi akan turun secara signifikan karena efek dasar dan plafon harga energi yang lebih rendah. Perkiraan CPI kami (2.1% y/y) sejalan dengan perkiraan BoE,” kata Abbas Khan, ekonom di Barclays, “Inflasi (khususnya CPI jasa), rilis data pasar tenaga kerja dan PDB (Inggris) antara saat ini sampai pertemuan bulan Juni menjadi semakin penting.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM 21/8/2020 - BANK MESTIKA DHARMA BERSIAP RESTRUKTURISASI KREDIT UMKM Rp197 MILIAR

Penurunan inflasi menuju 2.0 persen akan mendukung ekspektasi penurunan suku bunga BoE tahun ini, sekaligus menekan Pound Sterling. BoE bahkan telah menyatakan kesiapannya untuk menurunkan suku bunga pada bulan Juni jika inflasi menurun sesuai ekspektasi. Namun, BoE juga dapat menunda penurunan suku bunganya apabila laju inflasi ternyata meningkat kembali.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.