analisaforex

Pound Menguat Berkat Flextension Brexit, Masih Tunggu Voting Pemilu

Afiliasi IB XM Broker

Poundsterling menguat tipis dalam perdagangan hari ini, setelah Uni Eropa mengijinkan penundaan deadline brexit dari 31 Oktober 2019 menjadi 31 Januari 2020. Pasangan mata uang GBP/USD menguat sekitar 0.3 persen ke kisaran 1.2876, sementara GBP/JPY melonjak 0.5 persen ke level 140.05. Namun, pelaku pasar masih menunggu hasil voting di Parlemen Inggris tentang apakah rencana penyelenggaraan pemilu pada bulan Desember bakal disetujui atau ditolak.

Pound Menguat Berkat Flextension Brexit

Dari meja rapat 27 perwakilan negara anggota Uni Eropa, Donald Tusk, Presiden European Council, menyampaikan bahwa Inggris diberi “flextension” untuk memperpanjang deadline brexit hingga tiga bulan ke depan. Flextension (flexible extension) merujuk pada proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang dapat dilakukan kapan saja dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, segera setelah Parlemen Inggris menyetujui draft kesepakatan brexit resmi.

Keputusan Uni Eropa mengakibatkan prospek “No-Deal Brexit” saat ini sudah benar-benar terhapuskan. Namun, masih ada ketidakpastian lain yang membayangi Pound. PM Boris Johnson tengah berusaha untuk mendapatkan persetujuan parlemen guna mengadakan pemilu pada awal bulan Desember mendatang.

Baca Juga:   NZD / USD Jatuh Tapi Kerugian Terlihat Terbatas

“Penundaan (deadline brexit) ke 31 Januari tidak menjadi pukulan besar bagi perekonomian, tetapi hal itu bisa jadi beban tambahan dengan memperpanjang ketidakpastian. Anggaran, yang dijadwalkan untuk tanggal 6 November, sudah ditunda,” kata Paul Dales, pimpinan ekonom Inggris di Capital Economics. Lanjutnya, “Perekonomian (Inggris) berjalan dengan skenario ‘penundaan berulang-ulang’, sehingga diperkirakan memperlambat pertumbuhan GDP dari 1.3 persen tahun ini menjadi sekitar 1.0 persen tahun depan, dan Pound tetap berada dekat USD1.28.”

Secara teknikal, Michael Nair dari UBS mengatakan, “GBP masih dalam kondisi tak menentu, dibebani ketidakpastian politik. Ada resisten teknikal menjelang 1.2865/80, sedangkan di sisi bawah ada level support minor mendekati 1.2800, sebelum 1.2750.”

Partai Liberal Demokrat (LibDem) dan Scottish National Party (SNP) telah mengajukan usulan pemilu dini pada tanggal 9 Desember, bukan 12 Desember sebagaimana yang disarankan oleh PM Boris Johnson. Apabila keduanya berhasil mencapai kesepakatan dengan partai Konservatif, maka Johnson tetap hanya memiliki peluang kecil untuk memenangkan voting.

Legislasi Inggris mengharuskan pengusul pemilu untuk mendapatkan persetujuan dari dua pertiga anggota parlemen, atau sebesar 434 suara. Partai Konservatif hanya memiliki 288 anggota parlemen, sedangkan total kursi SNP dan LibDem hanya 54. Johnson hanya akan bisa menggelar pemilu jika ia memperoleh dukungan tambahan dari partai-partai lain lagi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply