analisaforex

Pound Mendaki, Negosiasi Inggris-Uni Eropa Jadi Sorotan

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang GBP/USD menguat lebih dari 1 persen sejak pembukaan perdagangan awal pekan ini. Saat berita ditulis (2/6), Sterling telah bertengger pada kisaran 1.2545-an, rekor tertinggi sejak 1 Mei. Namun, reli selanjutnya akan tergantung pada perkembangan dalam negosiasi dagang Inggris-Uni Eropa.

Pound Mendaki Negosiasi Inggris-Uni Eropa Jadi Sorotan

Reli Sterling saat ini berhubungan dengan meningkatnya minat risiko pasar global menyusul pelonggaran lockdown lebih cepat di berbagai tempat. Meski pandemi COVID-19 masih melanda, ada ekspektasi untuk pemulihan ekonomi lekas terjadi. Namun, para trader Sterling mencatat jadwal ronde perundingan dagang final mulai hari ini.

Apabila Inggris dan Uni Eropa belum mampu mencapai kesepakatan ataupun menyetujui perpanjangan waktu negosiasi hingga akhir bulan ini, maka Sterling bisa terancam oleh momok “No-Deal Brexit” lagi.

“Juni bisa jadi bulan yang kritis bagi GBP,” kata Kamal Sharma, seorang pakar strategi di BofA Securities, “Nada dari kedua kubu menandakan kepada kami bahwa sebuah kesepakatan tidak akan tercapai dalam beberapa bulan mendatang karena silang pendapat yang sudah lama berlangsung kemungkina terus memecah belah… Bias kami memasuki Juni adalah Pound yang lebih leman dan menguji rentang terendah.”

Baca Juga:   Dolar Selandia Baru Melemah Setelah Q2 CPI Naik Kurang Dari Yang Diharapkan

“Babak perundingan terbaru dalam hubungan dagang masa depan Inggris-Uni Eropa melewati pekan ini dan sinyal dari kedua pihak menandakan sedikitnya kemajuan yang dibuat dalam topik-topik utama,” papar Adam Cole dari RBC Capital, “Posisi Inggris tetap bahwa jika kemajuan signifikan tidak dicapai per Juni, mereka akan mulai merencanakan perdagangan berdasarkan aturan WTO sebagai skenario utama ketika masa transisi berakhir pada Desember. Skenario disruptif ini akan negatif bagi GBP dan tidak ada negosiasi lebih lanjut yang direncanakan sebelum akhir deadline Juni untuk meminta perpanjangan bagi masa transisi.”

Terlepas dari itu, sejumlah analis lain mensinyalir Pound masih punya peluang untuk menguat lebih tinggi lagi. Asumsinya, pasar sudah memperhitungkan kegagalan perundingan Inggris-Uni Eropa. Oleh karena itu, Pound bisa reli jika ada kabar baik secara tak terduga.

“Kami tetap optimis secara hati-hati bahwa kedua kubu akan mencapai kesepakatan sebelum akhir tahun, karena kami memperkirakan negosiasi akan mengikuti pola yang sama dengan negosiasi sebelumnya, di mana kesepakatan dicapai mendekati deadline. Ini wajar dalam negosiasi politik,” ujar Jakob Ekholdt Christensen, Pimpinan Analis di Danske Bank.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply