analisaforex

Pound Melonjak, Inggris Takkan Mencampakkan Negosiasi dengan Eropa

Afiliasi IB XM Broker

GBP/USD meroket nyaris 1 persen dari kisaran 1.2900 hingga 1.3060-an dalam perdagangan sesi New York hari ini (14/10). Poundsterling juga menguat terhadap beragam mata uang mayor lain, khususnya euro. Apresiasi dadakan terjadi berkat munculnya kisi-kisi bahwa Inggris tidak akan menyetop negosiasi pasca-brexit dengan Uni Eropa secara sepihak bulan ini.

Pound Melonjak, Inggris Takkan Mencampakkan Negosiasi dengan Eropa

Awal pekan ini, nilai tukar poundsterling sempat terpuruk lantaran banyak pakar menilai kesepakatan dagang Inggris-Uni Eropa takkan benar-benar tercapai dalam ajang KTT Uni Eropa hari Kamis-Jumat besok. Padahal PM Inggris Boris Johnson sudah mendeklarasikan akan “move on” dari perundingan jika kesepakatan tak juga tercapai per 15 Oktober 2020.

Hari ini, sebuah kabar baik mengemuka di media massa. Masih belum ada kemajuan signifikan dalam perundingan, mengingat KTT Uni Eropa baru akan dibuka besok. Namun, Bloomberg melaporkan Johnson berubah pikiran. Sumber orang dalam yang berkaitan dengan negosiasi ini mengatakan Johnson baru akan membuat keputusan apakah akan mengakhiri negosiasi setelah rapat berakhir.

Poundsterling langsung melonjak menyusul kabar ini, karena pelaku pasar menilai deadline brexit “batal” diajukan ke tanggal 15 Oktober. Meski demikian, harapan untuk tercapainya kesepakatan masih dibayangi ketidakpastian yang pekat. Banyak isu krusial yang belum terselesaikan, khususnya tentang hak penangkapan ikan di perairan Inggris.

Baca Juga:   Outlook Mingguan GBP / USD : 06 - 10 Oktober 2014

“Sebagaimana telah terjadi di masa lalu, kapan pun ancaman brexit ditunda lebih jauh ke masa depan, pound cenderung pulih,” ujar Valentin Marinov, kepala pakar strategi FX G-10 di Credit Agricole SA, “Meskipun ini tidak menghapus kabut ketidakpastian brexit yang menggantung di atas pound, (kabar ini) akan memberikan pound sejumlah ruang untuk bernafas, dengan para investor kini berfokus mengantisipasi terobosan potensial dalam negosiasi pada November.”

Ke depan, mata uang ini masih akan terus terombang-ambing oleh rumor seputar negosiasi pasca-brexit yang sama. Kabar apa pun yang meningkatkan potensi tercapainya kesepakatan bakal mendongkrak pound, sementara pesimisme cenderung menekan pound. Apabila negosiasi terus diperpanjang tanpa hasil apa-apa hingga berakhirnya masa transisi brexit pada 31 Desember mendatang, Inggris bakal kehilangan status mitra dagang istimewa-nya dengan Uni Eropa.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply