analisaforex

PM Johnson Ingin Cabut Lockdown, GBP/USD Naik Tipis

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang GBP/USD menguat lagi sekitar 0.2 persen ke kisaran 1.4100 dalam perdagangan sesi New York hari ini (23/2) setelah rilis data tenaga kerja Inggris. Pelaku pasar menyambut hangat kenaikan gaji dan penurunan jumlah klaim pengangguran, tetapi masih berupaya memahami dampak pengumuman terbaru PM Boris Johnson tentang rencana pelonggaran lockdown Inggris.

PM Johnson Ingin Cabut Lockdown

Badan Statistik Inggris mengumumkan tingkat pengangguran meningkat dari 5.0 persen menjadi 5.1 persen pada bulan Desember 2020, sesuai dengan prakiraan konsensus. Jumlah klaim pengangguran bulanan (Claimant Count Change) bahkan berkurang hingga 20.0k pada periode Januari, bukannya naik 35.0k sebagaimana tercantum dalam prakiraan konsensus. Rata-rata pendapatan dengan bonus dan tanpa bonus bagi mereka yang masih bekerja juga mengalami kenaikan lebih tinggi dari ekspektasi.

Dapat disimpulkan bahwa pasar tenaga kerja Inggris tetap tangguh di tengah lockdown ketiga yang dimulai pada awal Januari. Meski tingkat pengangguran masih yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, setidaknya angkanya tidak bertambah. Seiring dengan suksesnya program vaksinasi Inggris, data ini mengindikasikan bahwa tingkat pengangguran sekarang mungkin sudah maksimal dan tidak akan memburuk lagi.

Baca Juga:   Bank-Bank Zona Euro Melihat Moderasi Dalam Permintaan Pinjaman, Standar Yang Lebih Ketat : ECB

Pemerintah Inggris juga baru saja menguak sebuah roadmap untuk melonggarkan lockdown secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan dengan target normalisasi aktivitas ekonomi total pada 21 Juni 2021, dengan syarat pandemi berlangsung sesuai prediksi para ilmuwan. Rencana tersebut mendapatkan respons baik dari berbagai kalangan, meski sejumlah pihak ragu apakah lini waktu pelonggaran lockdown itu terlalu dini atau justru terlalu lambat.

“Tak ada negara lain di Barat yang memiliki strategi exit dari mimpi buruk COVID yang jelas dan mendetail seperti Inggris,” kata Antonello Guerrera dari media La Republica, “Tentu akan ada rintangan. Tapi, kecuali ada varian baru dkk meruntuhkan rencana dan terlepas dari ‘kelambanannya’, Inggris siap kembali ke normalitas lebih cepat dari yang lain.”

Analis Goldman Sachs sepakat. Distribusi vaksin dan berkurangnya tingkat infeksi di Inggris, serta prospek perluasan anggaran fiskal Maret menempatkan Inggris pada posisi bagus untuk rebound jangka pendek.

“Keunggulan Inggris telah menjadi tema utama sejak awal tahun, karena aset-aset Inggris telah mendapatkan untung dari berkurangnya ketidakpastian menyusul resolusi brexit serta kemajuan yang sangat bagus dalam vaksinasi COVID-19, terutama dibandingkan bagian Eropa lainnya,” kata Christian Mueller-Glissmann, seorang ekonom dari Goldman Sachs.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply