3 Pilihan Investasi yang Bebas Risiko bagi Pemula

Setiap investor tentunya mencari investasi yang bebas resiko namun menguntungkan. Namun, adakah investasi yang seperti itu? Sebenarnya, keuntungan dalam investasi selalu berbanding lurus dengan resikonya. Itulah sebabnya dalam investasi dikenal prinsip high risk, high return. Desingan kata lain, jangan mengharapkan keuntungan yang berlipat ganda dalam investasi jika anda tidak berani mengambil resiko.

Namun, investor pemula kerap tidak memiliki cukup keberanian untuk menanggung resiko yang besar. Ada berbagai alasan, seperti modal investasi yang terbatas serta pengalaman investasi yang masih minim. Nah, apa saja pilihan investasi yang bebas resiko atau sangat minim resiko bagi investor pemula seperti anda?

Investasi yang Bebas Resiko bagi Pemula

1. Surat Berharga Negara sebagai Investasi Yang Bebas Risiko

Salah satu instrumen investasi yang bebas resiko dan sedang digemari investor pemula, terutama kaum milenial adalah Surat Berharga Negara (SBN). Seperti namanya, peluang investasi ini berasal dari pemerintah. Untuk menopang pembangunan, pemerintah mengeluarkan surat hutang yang dapat dibeli oleh korporasi atau investor perorangan.

Meski nilai per lembar surat hutang tidak begitu besar, karena pesertanya banyak, maka nilai uang yang dikumpulkan bisa jadi sangat besar.  Berikut adalah beberapa alasan mengapami SBN digemari kaum milenial:

  • Lebih Praktis

Kaum milenial tentunya menyukai segala sesuatu yang berbau electronic. Nah, ternyata anda kini bisa melakukan investasi SBN secara online, dengan hadirnya e-SBN. Dengan layanan berbasis elektronik ini, investasi akan menjadi lebih praktis.

  • Modal Awal Lebih Rendah

Surat Berharga Negara (SBN) ada yang berbentuk ritel, seperti Sukuk Ritel (SR), Savings Bond Ritel (SBR), Obligasi Ritel Indonesia (ORI), atau Sukuk Tabungan (ST). Surat berharga ini dibandrol dengan nominal yang bervariasi, mulai dari Rp. 1 juta. Artinya, dengan modal awal mulai dari Rp. 1 juta, anda sudah bisa berinvestasi sekaligus berpartisipasi mendukung program pembangunan oleh pemerintah.

  • Minim Resiko
Baca Juga:   Apa itu Asuransi Unit Link dan Bagaimana Cara Kerjanya ?

SBN dikatakan sebagai Investasi yang Bebas Resiko karena memang peluang gagal bayarnya sangat kecil. Pihak yang menggunakan dana anda adalah pemerintah. Bahkan, belum ada catatan kalau pemerintah gagal membayar kembali SBN kepada investor. Apakah peluang gagalnya ada? Tetap saja ada, namun kemungkinannya sangat kecil.

  • Imbal hasil lebih kompetitif

Anda pasti tahu bahwa suku bunga deposito berada di atas rata-rata suku bungan tabungan. Nah, rata-rata imbal hasil SBN bahkan berada di atas deposito. Dengan berinvestasi pada surat berharga negara, anda bisa mendapatkan penghasil pasif yang mengalir ke rekening setiap bulannya.

Selain itu, SBN juga hadir dengan fasilitas early redemption atau pencairan sebelum jatuh tempo. Dalam keadaan mendesak, anda bisa mencairkan 50% dari total investasi sebelum masa jatuh tempo. Namun, fasilitas ini hanya dimiliki oleh investor dengan dana minimal Rp. 2 juta.

Tertarik untuk ikut berinvestasi dalam surat utang negara (SUN)? Anda bisa mendapatkan informasi tentang jadwal lelang SUN melalui bank pemerintah terdekat, atau baca selengkapnya cara berinvestasi Surat Utang Negara (SUN).

2. Investasi Yang Bebas Resiko: Deposito

Deposito adalah salah satu instrumen investasi yang sudah lama ada. Instrumen investasi ini hampir sama dengan tabungan, namun jangka waktu jatuh temponya tertentu dan suku bunganya lebih tinggi. Alasan utama memilih investasi ini adalah keamanannya. Deposito nyaris dikatakan sebagai investasi yang bebas resiko karena beberapa alasan, antara lain:

  • Berjangka

Deposito juga dikenal sebagai tabungan berjangka karena anda tidak bisa mencairkannya kapan saja. Investasi ini membantu anda merencanakan dan mengatur keuangan dengan baik. Namun, anda bisa mengharapkan keuntungan dalam jumlah yang hampir pasti dalam jangka waktu tersebut, kecuali anda mencairkannya sebelum jatuh tempo.

  • Modal Tidak Berkurang
Baca Juga:   5 Jenis Investasi Jangka Pendek Yang Paling Menguntungkan

Misalkan anda berinvestasi dalam bentuk deposito sebesar Rp. 2 juta. Maka, saat jatuh tempo, maka uang Rp. 2 juta kembali kepada anda secara utuh ditambahkan bunga dari investasi. Rekening deposito anda tidak dikenai biaya administrasi bulanan layaknya tabungan biasa. Apakah ada pajak? Ada. Namun, pajak hanya dibebankan kepada bunga deposito, bukan pokok deposito.

  • Terjamin

Uang yang anda simpan dalam deposito terjamin keamanannya, karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Artinya, sekalipun bank tempat anda berinvestasi mengalami kerugian atau bankrut, maka uang anda tidak hilang.

Lebih menarik lagi, anda bisa menggunakan deposito sebagai jaminan, jika anda mengajukan kredit selama jangka waktu deposito. Anda juga tidak perlu menarik deposito sebelum masa jatuh tempo. Untuk mendepositokan uang anda, tidak banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Biasanya, syarat utama hanya kartu identitas dan rekening bank.

3. Investasi Yang Bebas Resiko: Logam Mulia

Satu lagi pilihan investasi yang bebas resiko adalah logam mulia. Berbeda dengan SBN dan deposito yang bisa menjadi pilihan investasi aman untuk jangka pendek, logam mulai lebih cocok sebagai instrumen investasi jangka panjang. Untuk keperluan investasi, ada  beberapa pilihan logam mulia yang ada, seperti emas perhiasan, emas batangan, koin emas dinar, dan koin perak dirham.

Keempat jenis logam mulia ini memiliki keunikan masing-masing. Namun, semuanya tergolong aman, sekalipun perekonomian dalam keadaan tidak stabil. Berikut adalah beberapa alasan mengapa logam mulia dikategorikan sebagai investasi yang bebas resiko:

  • Nilai Jual Stabil
Baca Juga:   Investasi Online yang Menguntungkan dengan Peer-to-Peer Lending

Nilai jual logam mulia selalu menunjukkan trend kenaikan, dari masa ke masa. Meski terjadi fluktuasi, trend-nya selalu meningkat. Belum ada catatan sejarah di mana harga emas mengalami kejatuhan secara signifikan, apalagi untuk jangka waktu 5 hingga 10 tahun.

  • Bebas Riba

Investasi dalam bentuk logam mulia dipilih sejumlah orang karena bebas riba. Keuntungan investasi diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual, bukan dari bunga. Apalagi dengan dinar dan dirham, anda bisa berinvestasi maupun menggunakannya sebagai alat tukar di beberapa negara tertentu.

  • Terjamin

Emas batangan, koin emas dinar, dan koin perak dirham memiliki sertifikat yang menunjukkan derjat keasliannya. Dengan sertifikat, anda bisa terhindar dari penipuan. Di Indonesia, emas batangan, dinar, dan dirham diproduksi oleh PT. Aneka Tambang (Antam). Distribusinya melalui outlet Antam, bank, atau toko emas tertentu.

Sekali lagi, investasi logam mulia tidak disarankan untuk jangka pendek. Fluktuasi dan koreksi harga dalam jangka pendek bisa mempengaruhi investasi anda. Mungkin saja terjadi sedikit penurunan saat anda menjualnya.

Nah, mana investasi yang bebas resiko menurut anda? SBN, deposito, atau logam mulia? Masing-masingnya memiliki karakteristik sendiri. Ketiganya tergolong aman dan menguntungkan. Meski demikian, anda tetap harus hati-hati sebelum melakukan transaksi.

Pastikan anda membeli SBN dari lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah, mendepositokan uang di bank milik pemerintah atau setidaknya bank swasta nasional, dan membeli logam mulia dari distributor resmi seperti bank atau toko emas yang bekerja sama dengan PT. Antam. Kehati-hatian adalah kunci sukses pertama dalam investasi. Dengan demikian, anda bisa terhindar dari masalah, seperti penipuan, investasi bodong, atau pemalsuan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply