Pidato Powell Bikin Dolar Rontok Menjelang Rilis Data CPI

Indeks Dolar AS (DXY) tertekan pada kisaran 104.90-an dalam perdagangan awal sesi Eropa hari Rabu (15/5/2024). Greenback melempem terhadap berbagai mata uang mayor lainnya, sehubungan dengan kehati-hatian pasar menjelang publikasi Indeks Harga Konsumen (CPI) pada sesi New York. Selain itu, pasar juga kecewa terhadap sikap Ketua The Fed Jerome Powell yang terus menerus menepis spekulasi kenaikan suku bunga (rate hike).

Pidato Powell Bikin Dolar Rontok Menjelang Rilis Data CPI

Pada hari Selasa, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali bahwa inflasi menurun lebih lambat dari perkiraan, sehingga akan membuat bank sentral mempertahankan kebijakannya saat ini untuk jangka waktu yang lebih lama. Berbicara pada rapat umum tahunan Foreign Bankers’ Association di Amsterdam, Powell mencatat bahwa disinflasi pesat yang terjadi pada tahun 2023 telah melambat secara signifikan pada tahun ini. Perubahan situasi tersebut menyebabkan para pengambil kebijakan memikirkan ulang prospek suku bunga ke depan.

“Kami tidak menyangka (upaya mencapai target inflasi 2 persen) ini akan menjadi jalan yang mulus. Namun [data inflasi] ini lebih tinggi dari perkiraan semua orang,” kata Powell, “Hal ini memberi tahu kita bahwa kita harus bersabar dan membiarkan kebijakan restriktif melaksanakan tugasnya (untuk menekan inflasi -red).”

Baca Juga:   Pakar Mensinyalir Reli Euro Takkan Bertahan Lama

Powell memperkirakan inflasi akan turun tahun ini, tetapi ia mengakui bahwa hal tersebut belum terjadi sampai sekarang. Oleh karena itu, ia ingin mempertahankan kebijakan suku bunga tetap seperti sekarang persen dalam waktu lebih lama.

Powell juga menegaskan kembali bahwa dia tidak memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga lebih lanjut. Hal ini dapat dipahami karena tingkat suku bunga saat ini pada rentang 5.25-5.5 merupakan yang tertinggi dalam 23 tahun terakhir.

“Saya kira, berdasarkan data yang kami miliki, kemungkinan besar langkah selanjutnya yang kami ambil tidak mungkin kenaikan suku bunga,” katanya, “Saya pikir kemungkinan besar kita akan mempertahankan suku bunga kebijakan pada posisi saat ini.”

Pidato Powell mencerminkan sentimen yang sama dengan yang diungkapkannya pada konferensi pers setelah pertemuan FOMC terakhir pada tanggal 1 Mei lalu. Seperti saat itu juga, dolar AS langsung merosot.

Pelaku pasar berikutnya akan memantau publikasi data inflasi CPI Amerika Serikat. Konsensus memperkirakan CPI AS cuma meningkat 0.3 persen pada bulan April, atau melambat dibandingkan kenaikan 0.4 persen pada bulan Maret. Dolar AS dapat bergolak apabila data aktual menyimpang terlalu jauh dari perkiraan tersebut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.