analisaforex

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mengecewakan, Kurs Rupiah Tumbang

Afiliasi IB XM Broker

Referensi nilai tukar resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) melemah dari Rp14,282 menjadi Rp14,308. Sementara itu, kurs USD/IDR dalam perdagangan spot mata uang melonjak drastis hingga sempat mencapai level tertinggi pada Rp14,330, sebelum ditutup pada level Rp14,290. Berlanjutnya pelemahan rupiah hari ini (6/5) berhubungan dengan sejumlah faktor eksternal, serta mengecewakannya laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I/2019.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mengecewakan, Kurs Rupiah Tumbang

Tadi siang, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Gross Domestic Product (GDP) Indonesia tercatat -0.52 persen (Quarter-over-Quarter). Meski penurunan tersebut tak separah kuartal sebelumnya yang mencapai -1.69 persen, tetapi jauh lebih buruk ketimbang estimasi awal yang dipatok pada -0.40 persen.

Laju pertumbuhan GDP tahunan juga mundur dari 5.18 persen menjadi 5.07 persen (Year-on-Year). Meski masih ekspansif, tetapi ini merupakan pertumbuhan ekonomi paling lemah sejak kuartal I/2018 dan menyimpang dari ekspektasi pasar.

Dari luar negeri, Asia dikejutkan oleh ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan bea impor atas produk-produk China. Sekitar USD200 Milyar produk-produk China yang diimpor oleh negeri Paman Sam akan terkena kenaikan bea tersebut dalam pekan ini, sedangkan ratusan milyar dolar lainnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SELASA 11/12/2018 - GUBERNUR JABAR MINTA BANK BJB ATASI RENTENIR

Di sisi lain, China dirumorkan bakal membatalkan rencana perundingan mereka dengan perwakilan AS di Washington yang sedianya akan diadakan pada hari Rabu besok. Bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) juga mengumumkan serangkaian paket stimulus tambahan yang ditujukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi domestik.

Investor dan trader menanggapi beberapa perkembangan terkini ini dengan melakukan aksi jual atas aset-aset berisiko lebih tinggi, termasuk diantaranya mata uang negara-negara berkembang seperti Indonesia. Akibatnya, mata uang Asia kompak melemah versus Dolar AS, kecuali Yen Jepang. Pelemahan terparah dialami oleh Yuan China, disusul oleh Won Korea Selatan dan Rupiah.

Guna menanggulangi depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, Bank Indonesia (BI) menyatakan telah melaksanakan intervensi di pasar spot, non-deliverable forward, dan pasar obligasi. Selain itu, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen masih cukup solid, walau meleset dari ekspektasi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply