analisaforex

Perekonomian Tetap Tangguh, Dolar New Zealand Diprediksi Unggul

Afiliasi IB XM Broker

Dalam dua hari perdagangan terakhir, pasangan mata uang NZD/USD bertengger pada rekor tertinggi sejak awal tahun 2018 di atas ambang 0.7000. Laju kenaikannya tertunda sementara sehubungan dengan libur bursa AS hari ini (26/11), tetapi analis memperkirakan dolar Kiwi memiliki peluang untuk naik lebih tinggi lagi.

Dolar New Zealand Diprediksi Unggul

Laporan kebijakan moneter terbaru dari bank sentral New Zealand (RBNZ) merefleksikan kondisi ekonomi yang lebih baik. Gubernur RBNZ Adrian Orr mengklaim kebijakan suku bunga rendah telah berhasil menjaga momentum pemulihan ekonomi, sehingga pengangguran dan kredit bermasalah tak seburuk ekspektasi sebelumnya. Ia juga menilai kebijakan bank sentral telah berhasil menekan nilai tukar Dolar New Zealand antara 5-10 persen lebih rendah daripada jika tidak ada tindakan kebijakan.

Optimisme bank sentral semakin meningkatkan keyakinan pasar keuangan. Apalagi trader dan investor sudah mencabut ekspektasi suku bunga negatif yang sebelumnya diperkirakan bakal diberlakukan oleh RBNZ pada tahun depan. Beragam faktor internal dan eksternal mengarah pada prospek bullish lanjutan bagi Kiwi.

Baca Juga:   Inggris Siap Kompromi dengan Uni Eropa, Sterling Reli Lanjutan

“Kami tak lagi mengharapkan pelonggaran kebijakan tambahan dari bank sentral Australia (RBA) maupun bank sentral New Zealand (RBNZ). Sebelumnya, kami telah memperkirakan RBNZ akan memangkas suku bunga resmi ke -0.5 persen pada April 2021. Baik AUD maupun NZD akan mendapatkan keuntungan dari perbaikan ekonomi global dan harga komoditi yang lebih kuat. Hanya saja, ekspor New Zealand lebih terekspos ke Inggris, Zona Euro, dan AS daripada Australia. Lockdown di ketiga negara ini akan berdampak pada permintaan mereka bagi produk-produk New Zealand. Hasilnya, kami memperkirakan kenaikan dalam NZD akan tertunda dibanding AUD,” papar Kim Mundy, seorang pakar strategi dari Commonwealth Bank of Australia (CBA).

Imre Speizer dari Westpac menyampaikan pendapat lebih spesifik. Sejak beberapa pekan lalu, ia dan timnya telah memperkirakan NZD/USD bakal mencapai 0.70. Kini ia mensinyalir level 0.7100 pun dapat dicapai oleh pasangan mata uang ini.

Katanya, “Pada 11 November, MPS RBNZ mengumumkan program pinjaman murah bagi perbankan (program Funding for Lending/FLP), tetapi pasar menganggapnya sebagai penurunan kebutuhan untuk stimulus tambahan melalui OCR (suku bunga acuan RBNZ -red). Suku bunga dan NZD melonjak untuk meresponsnya. Lalu kemarin, Menteri Keuangan merilis surat kepada RBNZ yang mengusulkan perubahan atas kewenangannya dengan memasukkan harga rumah sebagai salah satu (referensi) pertimbangan kebijakan moneter. Pasar mendorong suku bunga dan NZD naik lagi, (sehingga) menghapus ekspektasi pelonggaran moneter tambahan dalam siklus ini secara efektif.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply