analisaforex

Penjualan Ritel Kanada Lamban, USD/CAD Rebound Terbatas

Afiliasi IB XM Broker

Kemarin, pasangan mata uang USD/CAD sempat mencapai level terendah sejak tanggal 25 Februari lantaran pernyataan kebijakan bank sentral AS yang amat dovish. Namun, posisinya melonjak lebih dari 0.1 persen hingga mencetak level tinggi harian pada 1.3215 pada awal sesi New York hari ini (21/6), setelah publikasi data penjualan ritel Kanada yang mengecewakan.

Penjualan Ritel Kanada Lamban USD/CAD Rebound Terbatas

Badan Statistik Kanada melaporkan bahwa penjualan ritel hanya tumbuh 0.1 persen (Month-over-Month) pada bulan April, setelah sempat meroket 1.3 persen pada periode sebelumnya. Laju pertumbuhan itu jauh lebih lamban dibandingkan ekspektasi yang dipatok pada 0.3 persen. Penjualan ritel inti, yang mengecualikan produk-produk otomotif, juga hanya naik 0.1 persen (versus ekspektasi 0.6 persen).

“Setelah meroket pada bulan Maret, penjualan ritel menurun lagi pada April. Namun, pelemahan cukup terkonsentrasi, karena 7 dari 11 kategori mengalami kenaikan pada bulan April, mewakili 74% dari perdagangan eceran. Selain itu, pelemahan yang terjadi pada (kategori) pakaian dan material bangunan bisa jadi karena cuaca yang lebih dingin dari biasanya, dan kemungkinan akan terbukti hanya sementara saja,” kata Royce Mendes dari CIB Capital Markets.

Baca Juga:   USD / CHF tepi yang lebih tinggi menjelang pertemuan Fed

Apabila pelemahan data penjualan ritel Kanada ini benar-benar temporer, maka rebound USD/CAD pun bisa jadi akan terbatas. Sebabnya, ada kesenjangan arah kebijakan yang cukup besar antara bank sentral AS (Federal Reserve) dan bank sentral Kanada (Bank of Canada). Rilis data inflasi Kanada terakhir yang cukup kuat telah menghapus alasan bagi BoC untuk memangkas suku bunga, sedangkan ekspektasi kebijakan Fed masih mengarah pada pemangkasan suku bunga bulan depan.

“Outlook perbandingkan kebijakan bank sentral mendominasi (pasar), dan USD lemah karena partisipan pasar menilai ulang outlook Fed sembari mempertimbangkan pula data CPI domestik (Kanada) yang lebih kuat dan implikasinya bagi BoC,” jelas Shaun Osborne, pimpinan pakar strategi forex di Scotiabank.

Apalagi, kondisi ekonomi Kanada belakangan ini terhitung relatif kokoh, meski masih diombang-ambingkan oleh fluktuasi harga minyak dan sengketa dagang global. Sebagaimana disampaikan oleh Nathan Janzen dari RBC Capital Markets, “Pasar tenaga kerja (Kanada) tetap sangat kuat. Tingkat pengangguran mencapai siklus level terendah baru pada bulan Mei. Penurunan suku bunga di Kanada dan luar negeri dalam beberapa bulan terakhir juga berarti bahwa beban pembayaran utang rumah tangga kemungkinan tak meningkat sebesar yang dikhawatirkan untuk tahun ini atau tahun depan.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply