Penjualan Ritel Inggris Kolaps, GBP/USD Tiarap

GBP/USD jatuh sekitar 0.5 persen sampai kisaran terendah tiga hari pada 1.2376 dalam awal perdagangan sesi New York hari Jumat (21/4/2023), sementara EUR/GBP menguat sampai kisaran 0.8860-an. Beberapa data ekonomi Inggris terbaru menunjukkan kemunduran, sehingga sterling tertekan.

Penjualan Ritel Inggris Kolaps GBPUSD Tiarap

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan penjualan ritel berkinerja negatif. Pertumbuhan bulanan tercatat -0.9 persen pada Maret 2023, lebih buruk daripada estimasi konsensus yang dipatok pada -0.5 persen. Data periode Februari juga direvisi turun dari +1.2 persen menjadi +1.1 persen.

Penjualan ritel inti ambles lebih dalam lagi hingga -1.0 persen dalam basis bulanan. Penjualan ritel inti tahunan pun terseret dari -3.0 persen menjadi -3.2 persen. Konsumen Inggris yang terdampak oleh kenaikan suku bunga dan inflasi, mulai berhemat dan mengurangi aktivitas belanja mereka.

“Inflasi terus menggerogoti belanja konsumen, terutama bahkan volume (penjualan) pada toko-toko makanan jatuh. Konsumen kemungkinan juga khawatir bahwa ketika dampak sepenuhnya dari kenaikan suku bunga terasa pada akhir tahun ini, akan terjadi kenaikan pengangguran,” kata Emma Mogford dari Premier Miton Investors.

Baca Juga:   Bank of America: Reli USD/JPY Sudah Kebablasan

“Penurunan baru dalam penjualan ritel Maret membuktikan bahwa pemulihan pada Januari dan Februari adalah titik terang palsu dan menandakan bahwa para konsumen masih bergumul dengan inflasi CPI dan bunga hipotek yang tinggi,” ujar Gabriella Dickens, Ekonom Inggris Senior di Pantheon Macroeconomics.

Kemunduran juga terlihat dalam data Purchasing Managers’ Index (PMI). PMI untuk sektor manufaktur semakin tertekan dalam area kontraksi di bawah 50.0. Untungnya, PMI sektor jasa Inggris membaik dari 52.9 menjadi 54.9.

Data-data ekonomi Inggris yang buruk ini juga kemungkinan tak akan memengaruhi tekad bank sentralnya untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. Inggris saat ini memiliki tingkat inflasi paling tinggi dibandingkan negara-negara mayor lainnya, sehingga bank sentral Inggris (BoE) harus terus menaikkan bunga demi mengendalikan kenaikan harga-harga.

James Smith dari ING mengungkapkan, “Data aktivitas terbaru memiliki konsekuensi kecil bagi BoE yang tetap berfokus pada inflasi. Dan setelah data CPI dan gaji yang lebih dari ekspektasi pekan ini, BoE akan menaikkan bunga sebesar 25 basis poin lagi bulan depan.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.