analisaforex

Penjualan Ritel AS Meroket, The Fed Halangi USD Menguat

Afiliasi IB XM Broker

Indeks dolar AS (DXY) melemah lagi ke kisaran terendah sebulan pada level 91.50-an dalam perdagangan sesi Eropa hari ini (16/4/2021). Depresiasi dolar terjadi lantaran sikap para pejabat Federal Reserve AS yang tetap dovish meskipun data-data ekonomi AS terus-menerus mengungguli ekspektasi pasar.

Penjualan Ritel AS Meroket The Fed Halangi USD Menguat

Laporan penjualan ritel AS kemarin menunjukkan kenaikan 9.8 persen dalam basis bulan-ke-bulan pada periode Maret 2021. Ini merupakan pemulihan yang sangat signifikan dibandingkan catatan -2.7 persen pada periode Februari. Data juga jauh lebih tinggi dari estimasi konsensus yang dipatok pada 5.9 persen saja.

“Penjualan ritel AS menanjak tajam pada Maret karena pembukaan (toko-toko) berlanjut, cuaca membaik, dan dana stimulus fiskal anyar dibagikan,” kata Katherine Judge, ekonom senior CIBC Capital Markets, “Data ini adalah indikasi lain dari skala akselerasi dramatis yang sedang berlangsung dalam perekonomian AS.”

James Knightley, Kepala Ekonom Internasional ING Bank, juga menyatakan, “Fundamental yang menopang perekonomian tambah sangat kokoh.”

Knightley memperkirakan pembayaran stimulus baru sebesar USD1,400 per orang akan menjaga momentun penjualan ritel tetap kuat pada bulan April, sedangkan penciptaan pekerjaan terus bertambah seiring dengan relaksasi pembatasan sosial dan makin leluasanya orang berbelanja. Hal ini akan membawa laju GDP Amerika Serikat kembali ke tingkat pra-pandemi COVID-19, menggarisbawahi efektivitas respons AS terhadap krisis.

Baca Juga:   Euro Anjlok Dibelit Kemelut Italia-Uni Eropa

Lansekap fundamental seperti ini biasanya mendorong reli USD, karena kenaikan ekspektasi inflasi selaras dengan suku bunga. Namun para pejabat The Fed telah berulang kali menyatakan bahwa kenaikan inflasi dan perbaikan data bisa jadi hanya sementara, sehingga belum berminat untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Para ekonom di ING menilai The Fed semestinya mulai menaikkan suku bunga pada Desember 2022, tetapi pernyataan bank sentral terakhir mengungkapkan mereka takkan menaikkan suku bunga hingga 2024.

Gubernur The Fed San Fransisco, Mary Daly, kemarin juga mengungkapkan bahwa AS masih jauh dari “kemajuan substansial” menuju target ketenagakerjaan penuh dan inflasi 2% yang telah ditentukan oleh bank sentral. Pandangan dovish seperti ini mengakibatkan USD terus tertekan dan nyaris tidak bereaksi menanggapi rilis data penjualan ritel yang melampaui estimasi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply