analisaforex

Penjualan Ritel AS Melempem, Dolar AS Kian Melemah

Afiliasi IB XM Broker

Indeks dolar AS (DXY) melemah sekitar 0.2 persen ke kisaran 92.54 pada awal perdagangan sesi Eropa hari ini (18/11), sehubungan dengan lonjakan kasus infeksi virus Corona dan terpecah-belahnya para elite politik di Amerika Serikat. Saat berita ditulis, USD/JPY tergelincir 0.3 persen ke kisaran 103.90-an, EUR/USD menguat 0.2 persen ke kisaran 1.1880-an, sedangkan GBP/USD mendaki lebih dari 0.3 persen ke sekitar 1.3290-an.

Dolar AS Kian Melemah

Dalam laporan yang dirilis pada sesi New York kemarin penjualan ritel AS bulan Oktober tercatat hanya tumbuh 0.3 persen (Month-over-Month). Pencapaian ini lebih rendah dibanding estimasi awal yang dipatok pada 0.5 persen, sekaligus merupakan pertumbuhan ritel paling lambat dalam enam bulan terakhir.

Pertumbuhan penjualan ritel bulan September juga direvisi turun menjadi 1.6 persen. Semua ini menandakan bahwa konsumen AS mulai mewaspadai situasi ekonomi di tengah melonjaknya kasus infeksi virus Corona di dalam negeri.

Sementara itu, perpecahan politik AS semakin menajam. Tim transisi Joe Biden dihalangi untuk mengakses info-info vital oleh birokrat AS yang dilantik oleh Presiden Donald Trump. Trump sendiri memecat kepala biro keamanan siber AS, Chris Krebs, degan tuduhan membuat pernyataan yang sangat tidak akurat. Krebs sebelumnya menegaskan tingginya tingkat keamanan pemilu AS tahun ini, sekaligus membantah pernyataan Trump tentang pelanggaran dalam pesta politik tersebut.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 07/09/2020 - IHSG SESI II DITUTUP MELEMAH 9,65 POIN KE LEVEL 5230,19

Dua pemimpin parlemen AS dari partai Demokrat, Nancy Pelosi dan Chuck Schumer, meminta pimpinan Senat dari partai Republik, Mitch McConnell, agar kembali melanjutkan perundingan tentang paket stimulus fiskal. Akan tetapi, pasar sangsi McConnell akan bersedia mencapai kompromi terkait masalah ini. Baru beberapa hari lalu, McConnell menyampaikan dukungannya terhadap rencana Trump untuk mengajukan gugatan sengketa pemilu ke Mahkamah Agung.

“Dikarenakan tantangan yang dihadapi Eropa -di tengah lockdown babak dua-, EUR tentu tidak akan memimpin reli terhadap USD. Namun, kami kira penurunan dolar cukup luas untuk mengangkat EUR/USD kembali ke 1.1920,” ungkap seorang analis dalam catatan riset yang diedarkan oleh ING.

Pasangan mata uang GBP/USD juga terdongkrak lantaran The Sun melaporkan bahwa sebuah kesepakatan dagang pasca-brexit dapat tercapai antara Inggris dan Uni Eropa “secepat pekan depan”. Meski para trader dan investor tak langsung menelan rumor itu mentah-mentah, tetapi cukup untuk mendorong reli Sterling versus Greenback.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply