analisaforex

Pelemahan Dolar Tertahan Thanksgiving, Prospek Masih Bearish

Afiliasi IB XM Broker

Indeks dolar AS (DXY) melemah terbatas sekitar 0.2 persen ke kisaran terendah sejak September pada level 91.90-an dalam perdagangan hari ini (26/11) menjelang libur perayaan Thanksgiving di negeri Paman Sam. Data ekonomi AS yang mengecewakan serta optimisme terkait vaksin virus Corona telah mendorong pelaku pasar terus mengoleksi aset-aset berisiko lebih tinggi di negara berkembang dan pasar komoditi.

Pelemahan Dolar Tertahan Thanksgiving

US Bureau of Economic Analysis kemarin melaporkan bahwa GDP AS pada kuartal III/2020 hanya tumbuh 33.1 persen (Quarter-over-Quarter), sama persis dengan laju pertumbuhan pada kuartal sebelumnya. Padahal, pelaku pasar mengharapkan GDP tumbuh lebih tinggi hingga 33.2 persen.

Dalam laporan terpisah, jumlah klaim pengangguran pekanan AS kembali membengkak sebanyak 778k. Angka tersebut lebih tinggi dibanding ekspektasi yang sebesar 730k. Padahal, data periode sebelumnya pun direvisi naik menjadi 748k.

Situasi ini memperburuk outlook ekonomi Amerika Serikat, khususnya dibandingkan beberapa negara maju lain yang diperkirakan bakal mencetak pemulihan lebih cepat. Bahkan Inggris yang tengah terjepit deadline negosiasi dagang pasca-brexit pun berhasil mendorong pound terapresiasi berkat antisipasi kesepakatan dalam pekan ini.

Baca Juga:   NZD / USD Tumbang Pada Komentar RBNZ

Dolar AS merosot semakin cepat di tengah pesimisme pasar. Sejumlah investor memperkirakan penurunan greenback masih akan berlanjut dalam kurun waktu lebih lama, karena mata uang ini akan kehilangan status safe haven-nya seiring dengan ekspektasi memudarnya pandemi COVID-19 tahun depan.

“Sebuah pemulihan yang dipimpin China dalam perekonomian global dan komoditas semestinya menguntungkan mata uang-mata uang komoditi,” kata Masafumi Yamamoto, Kepala Pakar Strategi Mata Uang di Mizuho Securities Tokyo, sebagaimana dilansir oleh Reuters, “Outlook-nya bagus, tetapi kita mencapai tingkatan di mana otoritas kemungkinan memiliki sejumlah kekhawatiran (karena penguatan mata uang komoditas yang berlebihan akan merugikan daya saing ekspor negara terkait -red). Mata uang-mata uang negara berkembang dengan fundamental baik semestinya diuntungkan (karena akan dicari sebagai ganti mata uang komoditi -red).”

Bursa Amerika Serikat akan ditutup dalam rangka perayaan Thanksgiving hari ini, sehingga perdagangan pasar mata uang relatif lebih sepi. Namun, trader dan investor akan terus mencermati beragam perkembangan terkait vaksin COVID-19, perpolitikan AS, dan outlook pemulihan global selama akhir pekan guna memperkirakan pergerakan pasar berikutnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply