Pejabat The Fed: Bunga Perlu Naik Lagi Tahun Ini

Pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada akhir pekan lalu mengisyaratkan keraguannya untuk menaikkan suku bunga lagi pada bulan Juni mendatang. Namun, beberapa pejabat The Fed lain pekan ini malah mengungkapkan kemungkinkan untuk menaikkan suku bunga jauh lebih tinggi lagi dalam tahun ini.

Selaras dengan bias hawkish tersebut, kurs dolar AS menguat terhadap semua mata uang mayor lain. Indeks dolar AS (DXY) menanjak sampai menyentuh level tertinggi dua bulannya lagi pada 103.65.

Pejabat The Fed Bunga Perlu Naik Lagi Tahun Ini

Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan bahwa pertimbangannya sangat sulit untuk menaikkan suku bunga lagi ataupun tidak mengubah bunga pada Juni. Namun, ia sendiri merasa perlu untuk menaikkan bunga lagi dalam tahun ini.

“Beberapa kolega saya berbicara tentang melompati (Juni). Penting bagi saya (bahwa itu) tidak mensinyalkan kita sudah selesai (menaikkan suku bunga). Seandainya kita melompati (Juni), itu tidak berarti bahwa siklus pengetatan kita sudah selesai. Bagi saya itu (hanya) berarti kita mencari lebih banyak informasi,” kata Kashkari, “Apakah kita kemudian akan mulai menaikkan (bunga) lagi pada Juli? Mungkin saja, jadi yang paling penting bagi saya adalah kita tidak menghapus (opsi menaikkan suku bunga) itu.”

Baca Juga:   Dolar AS Anjlok, Biro Sensus AS Terkena Dampak Shutdown

Kashkari menyatakan bahwa ia juga berharap inflasi benar-benar menurun dan suku bunga dapat diturunkan seperti harapan pasar saat ini. Namun, ia menegaskan bahwa bank sentral siap menaikkan suku bunga lagi apabila situasi ekonomi membutuhkannya demi mencapai target inflasi 2 persen.

“Ini adalah periode paling tak menentu yang pernah kita alami dalam hal memahami dinamika inflasi. Jadi saya akan membiarkan inflasi memandu saya dan saya pikir kita (akan) membiarkan inflasi memandu kita. Mungkin kita perlu (menaikkan suku bunga The Fed) sampai lebih dari 6%,” tambah Kashkari.

Kashkari menyatakan pula bahwa jika stres perbankan mengakibatkan penurunan inflasi, maka The Fed akan makin mungkin mengakhiri siklus kenaikan bunganya. Namun, ia juga menilai hanya sedikit dampak masalah perbankan AS saat ini terhadap makroekonomi.

Neel Kashkari bukan satu-satunya pejabat The Fed yang melontarkan retorika hawkish. Presiden The Fed St Louis, James Bullard, sebelumnya juga mengatakan bank sentral mungkin harus menaikkan suku bunga sebanyak 50 basis poin lagi dalam tahun ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Tinggalkan sebuah Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

DISCLAIMER :
  • Segala Informasi dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Semua Artikel/Materi yang dihadirkan untuk tujuan edukasi.
  • Analisa.Forex Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex. forex, CFD, komoditas trading adalah beresiko tinggi, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda (pengunjung/pembaca) sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, broker review, robot/EA, dsb.
  • Artikel/tulisan di web analisa.forex, boleh dijadikan di copy paste di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs analisa.forex
Peringatan Resiko : Trading Forex adalah salah satu bisnis online yang beresiko tinggi, jika anda memutuskan untuk menggelutinya pastikan anda berlatih dahulu dengan akun demo atau mencoba trading forex tanpa modal agar memahami betul seluk belum dunia trading online.