analisaforex

Pasukan Emas Peter Schiff: Apakah Peretasan Twitter Harbinger Untuk Bitcoin?

Afiliasi IB XM Broker

Salah seorang pasukan pembela emas dan juga pengkritik Crypto yang terkenal yaitu Peter Schiff bertanya-tanya mengenai tujuan peretasan Twitter. Dia penasaran apakah peretasan pada akun centang biru atau terverifikasi adalah menjadi pertanda bahwa Bitcoin itu juga sedang diretas.

Pada sebuah postingan di akun Twitternya tertanggal 16 Juli, Schiff mengatakan peretasan massal profil Twitter yang terverifikasi, bisa menjadi sebuah awal peretasan Crypto itu sendiri. Sebelumnya beberapa akun terverifikasi mengalami peretasan dan dimanfaatkan untuk penipuan Bitcoin.

Peretasan Tidak Terkait Dengan Keamanan Bitcoin

Dilansir dari Cointelegraph, salah satu pendiri dari komunitas Crypto seperti Ceko Parallel Polis and Hacker Congress Prague yaitu Pavel Luptak, mengatakan bahwa peretasan Twitter dna juga jaringan Bitcoin yang mungkin juga diretas tidak memiliki hubungan apapun:

“Ini adalah peretasan dari Twitter bukan menuju ke Bitcoin. Bitcoin hanyalah sebuah cara dari para peretas untuk meminta uang kepada orang-orang. Tentu saja ini mungkin masalah reputasi dari Bitcoin (saya harap beberapa pertukaran Crypto mulai memasukkan hasil pencurian ke blacklist). Tapi itu semua paling utama adalah masalah reputasi besar untuk Twitter yang tidak bisa memberikan perlindungan kepada akun para pengguna mereka.”

Layaknya apa yang dijelaskan oleh Luptak, Bitcoin hanya menjadi media transfer uang yang digunakan para peretas untuk menipu korbannya. Faktanya keputusan peretas menggunakan Bitcoin mungkin lebih dimotivasi oleh pihak berwenang yang tidak mampu untuk menyensor dan juga mengungkap transaksi Bitcoin.

Tidak terlihatnya transaksi adalah fitur yang sangat utama dari Bitcoin dan diyakini menjadi dasar bagi nilainya. Penting juga dikatakan bahwa karakter Bitcoin dihargai oleh para peretas dan mereka juga menggunakan sistem lain untuk kegiatan yang sama di masa lalu. Kemudian Luptak menambahkan:

“Perlu dipahami bahwa sebagian besar para peretas dalam sejarah menggunakan mata uang kertas. Ini bukan masalah pada Bitcoin, mata uang apa saja bisa digunakan untuk melakukan penipuan.”

Luptak juga mengatakan Bitcoin memiliki protokol terdesentralisasi dengan semua node yang transparan dan bisa diaudit. Semua itu membuat jaringan tersebut sulit diretas dibandingkan Twitter.

 

 

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply